Haiii
VOMENT NYA DONGGG
———————————-—————————————
Sudah pasti topik pembicaraan kali ini adalah tentang kedekatan Melisa dengan Reynald. Melisa datang dengan pakaian yang terlihat indah seperti biasanya dan Reynald yang tanpa sengaja bisa datang di jam bersamaan dengan Melisa dengan hoodie biru tua yang menambah ketampanan nya.
Hal ini membuat seluruh angkatan membicarakannya. Si ratu sekolah dan si pria idaman ini ternyata memiliki hubungan yang mereka tidak pernah menebak sebelumnya.
Dan kini Anela tanpa sengaja saling bertatapan dengan Reynald namun keduanya malah saling memalingkan pandangannya.
Daren yang melihat Anela yang terlihat seperti berbeda dengan biasanya mulai kebingungan dan menyadari tentang sesuatu. "Lo suka sama Reynald ya La?" tanya nya.
Anela membesarkan kedua bola matanya, ia menatap Daren penuh keterkejutan lalu menatapnya tajam. "Ngaco."
"Ngaku, gue punya niat masuk jurusan psikologi nih!" ucapnya.
Akhirnya Anela menghela nafasnya panjang, ia menganggukkan kepalanya secara perlahan. "Bukan suka, cuman kagum aja. Ngerti kan?" ucapnya karena takut Daren merasa salah paham dengan perkataannya.
Daren mengeluarkan senyuman lebar nya, baru kali ini ia melihat Anela cemburu, menggemaskan. "Tapi La, biasanya kalau lo ngeliatin terus, rasa kagum lo bakalan berubah, jadi suka terus cinta deh."
Pukulan di bahu Daren oleh Anela sangat terasa, Anela menatap nya penuh rasa kesal lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah lain. "Tapi kayaknya dia juga suka sama lo deh La, kelihatan."
"Iyalah, dia manusia Daren, pasti kelihatan." ucapnya.
"Bukan itu bodoh!" kesal Daren sembari mendorong pelan punggung gadis itu yang membuat Anela jadi terdorong kedepan.
Aneal menatap lelaki itu kesal, ya, pertengkatan yang mirip seperti anjing dan kucing ini akan segera terjadi. "Lo panggil gue bodoh?!"
"Iya!"
"Ngeselin deh!" Anela memukul bahu Daren lagi berulang kali yang membuat lelaki itu mengaduh risih. Anela tidak menggunakkan kekuatannya, ia hanya asal memukul saja maka dari itu Daren selalu menjahili Anela karena terlihat sangatlah menggemaskan.
Tak lama, Vania datang namun tanpa Raphael disampingnya. "Raphael mana? Tumben banget lo gak kaya lem."
"Ujian, katanya sih. Gak tahu deh, kegiatan orang pinter mah gak akan ngerti di otak gue." ucap Vania yang langsung disambut dengan tawaan kencang dari Anela dan Daren.
"Mau sarapan apa? Masih lama jam masuk nya kok." ucap Anela yang dijawab oleh gelengan pelan dari Vania. "Gue udah makan, makasih sayang!"
Daren menatap ke arah Vania dengan tatapan jijiknya yang membuat mereka mulai kembali menjadi seperti rival dalam segala situasi. "Gak sama Anela, gak sama lo, berantem mulu. Capek gue capek!" ucapnya.
"Ya lagian, cari masalah mulu sih." balas Vania sembari menjulurkan lidahnya ke arah Daren sebagai tanda jika ia sedang mengejek lelaki itu.
Pertengkaran namun juga diiringi dengan canda tawa terus mereka keluarkan. Anela juga jadi melupakkan rasa nya kepada seseorang yang seharusnya tidak boleh untuk ia jatuh kedalam pesona nya. Sayangnya Anela telah lebih dulu jatuh yang membuat ia harus segera mencari cara agar bisa kembali berdiri dan lari dari sana, Anela takut jika semua nya malah berakhir dengan buruk seperti kejadian kemarin itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
