Haloo
Part ini khusus makian untuk Melisa dah pokonya!
Hope you like it guys, jangan lupa putar playlist nya ay !
Jangan lupa Vote dan Komen nya bebzzz
————————————————————————
"Mending lo jauhin Reynald deh, gue udah gak suka lo deket deket sama dia."
Awal pagi Anela yang seharusnya indah disambut dengan langit cerah malah menjadi buruk dengan diawali ucapan dari Melisa sejak pagi tadi. Anela baru saja sampai di sekolah namun ia sudah ditarik lebih dulu oleh Melisa ke belakang sekolah.
Ia sudah bisa menebaknya, semua ini sudah berhasil Anela tebak dengan benar. Rumor yang berkata jika Melisa dan Reynald kini memiliki sebuah hubungan membuat Anela jadi merasa bersalah karena ia sudah menaruh rasa kepada lelaki itu padahal dari awal ia mengetahui jika Reynald menyukai Melisa secara diam diam.
"Oke," jawab Anela singkat lalu pergi meninggalkan Melisa. Sudah pernah diberitahukan bukan? Jika Melisa sangat tidak suka diabaikan.
Gadis itu kembali menarik Anela, "Gue udah kenal sama orang tua nya, udah deket juga. Jangan jadi perusak hubungan orang."
"Iya," jawab Anela lagi yang kembali melanjutkan perjalanannya menjauh dari Melisa.
Ia kemudian duduk di bangku nya dengan perasaan sedih dan kecewa. Sepertinya tahun ini bukanlah tahun yang memperbolehkan Anela untuk memiliki seorang pasangan walaupun gadis itu sudah menginginkannya.
Anela menyembunyikkan wajahnya di lipatan kedua tangannya, ia mulai berusaha menenangkan pikiran dan hatinya agar tidak terus menerus memikirkan Reynald lagi.
Tak lama, datanglah Vania dan Raphael yang langsung menyambut gadis itu dengan sambutan ceria nya. Anela membalasnya juga dengan ceria, ia kemudian tersenyum cerah ke arah mereka.
"Udah sarapan?" tanya Raphael dengan tatapan bertanya nya sembari mengusap kepala gadis itu perlahan. Vania juga mengelus punggung Anela dan menatap nya penuh.
Mereka masih khawatir dengan keadaan sahabatnya ini karena kemarin tiba tiba pergi bersama Daren. Mereka mengira jika Anela masih merasakkan sakit hati ketika melihat Fabian, namun itu semua tentu saja salah.
Anela menggelengkan kepalanya yang membuat mereka langsung menarik Anela perlahan dengan senyuman ceria nya masing masing ke arah kantin.
Kedua gadis itu duduk di meja mereka dan Raphael yang bergerak untuk membelikkan Anela dan Vania pasta untuk mereka sarapan. Tak lama, Daren datang ke arah mereka sembari tersenyum ramah.
"Gue cariin ke kelas gak ada, tau nya malah disini." ucapnya dengan nada bercanda.
Vania menatap penuh arti ke arah Daren, ia masih penasaran mengapa Anela lebih dulu keluar bersama lelaki itu. "Reynald sama Melisa beneran jadian?" tanya Daren ke arah Vania.
Gadis yang ditanya itupun mulai kebingungan karena ia juga tidak tahu jelas tentang fakta nya. Anehnya Anela juga menatap ke arah Vania dengan penuh minat yang membuat gadis itu lebih penasaran lagi.
"Gak tahu," jawabnya pelan.
"Pulang bareng nya kemarin jadi? Melisa sama Reynald?" tanya Daren lagi. Vania menganggukkan kepalanya singkat, ia kemudian menatap ke arah Anela dengan tatapan bersalah nya.
Bagaimana caranya agar Anela bisa merasa terhibur sekarang. Gadis itu sedang mengalami beberapa permasalahan kecil namun sangat rumit yang terus menerus hadir dengan sedikit jeda dalam setiap waktunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Fiksi Remaja[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
