Hi guys
Jangan lupa buat Vote dan Koment nya yaaa
Enjoy reading nyaaa
------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kamu punya pacar ya Bi?" tanya Bunda Fabian dengan tiba tiba yang membuat lelaki itu kebingungan karena memang Fabian tidak pernah menceritakkan soal asmara nya kepada sang Bunda.
"Bunda tau darimana?" tanya Fabian dengan wajah penasarannya sembari menaruh ponsel lelaki itu di samping tubuhnya. "Tuh kan Bunda bener. Lagian kamu diem terus deh. Beda kaya biasanya," ucap Bunda Fabian yang mulai berjalan ke arah anaknya itu sembari membawa jus alpukat yang baru dibuatnya.
Dengan santai nya Fabian meminum jus alpukat itu. Ia kira Bunda nya mengetahui semuanya dari seseorang, atau mungkin saja dari Anela. Namun ternyata Bunda nya hanya asal menebak saja.
"Siapa sih pacar kamu Bi?" tanya Bunda Fabian dengan wajah penasarannya namun tidak menunjukkan rasa antusias sedikitpun. Fabian tahu pasti Bunda nya tidak suka akan hal ini.
"Udah putus Bun, santai aja santai." ucapnya. Fabian mulai menyenderkan kepala lelaki itu ke bahu Bunda nya, meminta untuk diberikkan perhatian lebih.
"Kenapa putus? Pacar nya siapa sih? Kok gak kasih tau Bunda gitu?"
"Ada deh,"
Bunda Fabian mengelus kepala anaknya itu dengan perlahan. "Kamu berantem sama Anela?" tanya nya lagi yang membuat jantung Fabian berdetak cepat kembali.
"Enggak." jawabnya yang sudah menggunakkan nada dingin nya.
Bunda Fabian sadar, anaknya sedang memiliki masalah dengan seseorang yang tadi baru saja ia sebut namanya. Mungkin baru pertama kalinya Bunda Fabian melihat anaknya ini yang sedang bermasalah dengan Anela dalam jangka waktu yang lumayan panjang.
Biasanya mereka akan berdamai dan kembali menempel bagaikan sebuah lem perekat yang sudah ditempelkan pada sebuah benda, tetapi sekarang mereka malah saling menjauh seakan akan mereka tidak ingin untuk kembali berdekatan dan tertawa bersama lagi.
"Fabian, berdamai lebih baik dari segala pilihan. Inget kata-kata Bunda ya?"
Fabian masih terdiam, ia sangat ingin berdamai dengan Anela sekarang, namun ia tidak bisa. Anela mungkin masih memiliki rasa kepadanya, butuh waktu yang lebih lama lagi untuk memastikkan semuanya.
Ia lelah tentu saja, setelah kehidupan indahnya tercipta, lelaki itu malah harus kembali kedalam kehidupan pahit yang selalu menjadi hal terbenci yang pernah ia alami.
"Berdamai belum tentu bisa bikin kita kembali nyaman kan Bun?" tanya Fabian dengan nada malas nya namun juga terdapat mata sendu dan rasa penasarannya.
Bunda Fabian tersenyum tipis, "Tapi kalau kamu udah berdamai, kamu bakal bisa berpikir lebih baik buat kedepannya. Hal hal yang kamu gak sukai bisa bikin kamu jadi biasa aja saat ngeliat itu semua, itulah berdamai. Mau kamu sebenci apapun sama sesuatu, tapi kalau kamu memutuskan untuk baik satu sama lain, kan jadi gak saling ganggu lagi."
Lelaki itu terdiam, ia menghela nafasnya panjang lalu memejamkan matanya perlahan karena elusan menenangkan dari sang Bunda dan nasihat yang wanita itu berikkan berhasil membuat pikiran nya sedikit beristirahat.
"Kerumah Anela sana, Bunda sama Ayah nya pergi." suruh Bunda Fabian sembari masih mengusap kepala anaknya itu dengan perlahan. "Gak ah Bun," tolak Fabian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Ficção Adolescente[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
