"Widih! Udah gak jomblo nih gue liat-liat." ucap Yoga dengan nada mengejeknya saat Reynald baru saja datang ke ruangan latihan.
Hari ini adalah hari libur sekolah namun The Petrichor dan organisasi sekolah lainnya memutuskan untuk menyibukkan diri mereka masing-masing di hari ini agar saat hari pembelajaran mereka tidak terlalu terganggu dan kelelahan.
Reynald memberikkan wajah penuh bangga nya yang membuat Gavin, Daren dan Raphael tertawa kencang. Fabian belum datang ke ruangan latihan, lelaki itu seperti biasanya akan selalu pergi bersama Anela. Sedangkan Vania ia sudah disibukkan oleh kelompoknya untuk membahas rencana mereka.
"Lo nembak nya gimana Rey?" tanya Raphael penasaran dengan wajah penuh jahil nya. Wajah Raphael seakan berpikir, ia kemudian tersenyum sinis, "Kepo ya?"
"Anjir lo!" kesal Yoga sembari melemparkan bantal leher yang ada disampingnya. Mereka tertawa kencang, kebahagiaan Reynald dapat membuat suasana mereka juga ikut berbahagia.
Tak lama, Fabian dan Anela datang dengan santai nya. Fabian melakukkan 'tos' ala lelaki nya lalu Anela yang tersenyum kepada yang lainnya. Gadis itu menatap ke arah Reynald lalu tersenyum lebar untuk menyapa lelaki itu.
Yoga dan Gavin menatap nya dengan penuh penasaran dan wajah jahil nya lalu tersenyum gemas saat melihat respon wajah Reynald saat di berikkan senyuman lebar oleh Anela. "Mau langsung ke sana La?" tanya Fabian saat melihat Anela yang tidak masuk ke ruangan latihan.
Anela menganggukkan kepalanya, "Duluan ya!" pamit nya yang langsung diangguki oleh semua lelaki disana, termasuk Reynald. Saat gadis itu pergi, semuanya mulai menatap Reynald menggoda nya lalu memberikkan suara-suara mengejek yang menambah suasana hangat didalamnya.
"Cewe gue juga udah sibuk nih, pasti capek banget deh. Dia kan mageran anaknya." ucap Raphael saat melihat Vania yang berjalan melewati ruang musik di hadapannya sembari membawa beberapa kertas yang Raphael tidak tahu apa itu isinya.
Reynald menatap Anela juga yang sedang berbincang dengan teman-temannya di dekat taman sekolah yang lumayan jauh jaraknya dari ruangan musik namun masih terlihat. "Pacar gue juga. Kangen," ucapnya.
"Idih bucin!" kesal Yoga saat mendengar kedua sahabatnya yang sedang dilanda asmara ini. "Gue juga kangen Lily, dia lomba mulu." ucap Gavin yang mengembalikkan suasana cinta pada pertemanan mereka.
"Anjir! Gue pengen punya pacar ah Bi!" kesal Yoga pada akhirnya sembari melemparkan kemeja yang dijadikkan luaran oleh lelaki itu ke lantai. "Kalau gue sih gak dulu." jawab Fabian dengan santai nya yang membuat Yoga semakin kesal dan ditertawakkan oleh yang lainnya.
"Awas aja lo! Jomblo sendirian mampus!" ucap Yoga dengan nada kesal nya sembari menunjuk ke arah lelaki itu dengan penuh rasa kesal.
"Fabian mah ganteng, kalem aja." balas Daren dengan nada santai nya. "Dah lah anjir! Gue balik ya!" Yoga mulai pasrah dan bercanda ingin keluar dari kelompok ini untuk sekarang agar yang lainnya bisa seakan-akan mencegah Yoga untuk pergi.
"Yaudah sana." ucap Raphael dengan santai nya sembari memainkkan beberapa nada keyboard nya. "Hati-hati di jalan Yog," lanjut Gavin dengan wajah cuek nya sembari mengikuti nada keyboard Raphael menggunakkan gitar nya.
"Kita masih punya Daren kalau lo lupa." ucap Reynald pada akhirnya yang membuat Yoga semakin tak percaya dengan sikap para sahabat nya ini. Akhirnya lelaki itu menginjakkan kakinya ke lantai dengan keras lalu kembali ikut memainkan gitarnya menambah iringan mereka.
Semua nya tersenyum dalam diam. Memang paling seru untuk menjahili Yoga sekarang ini, lelaki itu dapat membuat suasana asik kembali hanya dengan memperlihatkan omelan nya saja. Yoga adalah sesuatu pelengkap yang sangat penting dalam kelompok mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Fiksi Remaja[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
