Tandai typo
$$$$$$$Sudah 3 minggu Yaya kembali ke indekos nya, yang sebelumnya Rumah di penuhi keceriaan Yaya dan Nana sekarang hanya di isi oleh makhluk gembul nan lucu yang makin hari tingkah nya makin jadi
"Mama!! depan ada Abang jual donat folzen MAAA!"
"ABANG TUNGGU !!"
"DEDE MAU BELI, MINTA UANGNA MA MAMA DULU!!"
"MAMA!!! minta uang beli donat FOLZSN!!"
Nana berlari dengan cepat walaupun tidak bisa di bilang cepat karna bayangkan saja dengan tubuh gembul seperti itu Nana pasti kesulitan untuk berlari
Pipi dan perutnya yang tembam bergetar seiring langkah Nana mencari mamanya
"Mama di mana na? Dede minta UANH!! Abang TUNGGU!!"
walaupun teriaka, percuma Abang donat tidak mungkin mendengar nya.
Masih mencari sang mama Nana menuju kebun di halaman rumahnya akhirnya Nana menemukan sang Mama yang sedang memetik Cabai
"Maa!!! Prak....!"
Belum sempat Nana menyelesaikan pangilannya kakinya sudah lebih dulu menendang keranjang berisi cabai hasil panen Sia di kebun
"Masyaallah cabe mama"
kaget Sia di karnakan cabe-cabenya sudah tergeletak tiada arti di lantai teras
Pelakunya sekarang sedang cosplay menjadi patung dengan kedua tangan di angkat dan bibir mengerucut
"Mumu mintu uang wat bili dunit"
"Kenapa ngomongnya monyong-monyong kaya gitu" Tanya sia yang sedang memunguti cabe-cabeannya
"Takut di malahhan mama" Nana menyengir
"Bantu Mama dulu"
"Nanti maAma, Abang na bulu pulang ma" alasan Nana
"Yaudah, dimana abangnya, sama mama belinya"
sia menepuk-nepuk tangannya yang kotor sebelum ke luar Sia mampir ke dapur tepatnya ke kulkas karna di atas kulkas terdapat dompet yang berisi uang belanja bulanan
Dengan si gembul mengekor di belakang, punya mau aja ngintilin bagian ada papa dan tantenya Sia di abaikan
"Pake masker sayang" Sia memberikan masker anak pada Nana tidak lupa dia pun memakai, kesehatan harus tetap di jaga walaupun covid sudah mulai mereda
○●○
"AAKKK... Abang!!! Janan pelgi dede bili!!"
Triak nana dari arah pintu rumah yang melihat abang donat akan menyalakan motornyaDari arah pintu Nana mendahului Sia
"abang Nakal ya, suluh tundu malah tabul"
"Lah eneng lama abang kira enggak jadi beli" Abang turun lagi dari motornya
"Ya kan aku minta uang dulu ma mama ku" sewet nana di balik pagar, posisinaya sangat lucu dengan kedua tangan berpegang pada besi pagar dan wajah yang di tempelkan ke sela-sela pagar seperti tahanan
"Dede mukanya jangan nempel ke pagar, itu ada karat nya nak" peringat Sia dengan cepat Nana melepaskan pegangan nya pada pagar dan mundur satu langkah
"Bang beli 20 ribu ya satunya 2 ribu kan?"
"Ia bu" si abang mulai membuka kotak donatnya
"Bang yang 3 langsung kasih gula ya, sisanya pisah aja takut meleleh"

KAMU SEDANG MEMBACA
Mama Papa & Nana (End)
RomanceIni tentang aku Sia Salita yang menikah dengan duda satu orang anak Dari hasil perjanjian antara orang tua yang terputus karna si pria yang menikahi wanita lain, laki-laki itu adalah Bayu Kusuma Sanjaya Namun beberapa tahun kemudian perjanjian itu...