Ini tentang aku Sia Salita yang menikah dengan duda satu orang anak
Dari hasil perjanjian antara orang tua yang terputus karna si pria yang menikahi wanita lain, laki-laki itu adalah Bayu Kusuma Sanjaya
Namun beberapa tahun kemudian perjanjian itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
○○○
Sudah satu minggu Sia dan keluarga pulang dari kampung halamannya, dengan banyak oleh-oleh yang di bawa, tepatnya oleh-oleh milik Nana yang di berikan oleh kakek dan nenek untuk sang cucu tersayang.
"Asalamualaikum" terdengar salam dari arah pintu utama
'Waalam" jawab Nana yang posisinya paling dekat dengan pintu
Cklek...
"Lohhh papa ma sapa pulangna?" Tanya Nana menghampiri Bayu
Nana memiringkan kepalanya untuk melihat dua orang yang sedang berdiri di belakang papanya, dengan dua tangan menggotong sebuah dus besar di lapisi kayu, entah lah papanya membeli apa lagi
"Papa itu apana?" Tanya Nana penasaran
"--Ayo mas di bawa ke dalam --Dede sini nak ke pinggir nanti ke tabrak," Bayu mempersilahkan kedua mas-mas itu masuk membawa kardus besar itu dengan susah payah di letakan nya di tengah-tengah rumah dekat dengan ruang santai milik Nana
Diturunkan nya kardus besar itu hati-hati "--mas sekalian di buka yah" Bayu memerintah dua mas-mas itu,
sepertinya mereka karyawan Bayu karna mereka memakai seragam yang berlogo perusahaan mungkin mereka bagian pengiriman, karena perusahaan bayu cukup besar dan memiliki ekspedisi sendiri untuk mengirim barang-barang perusahaan
Belajar dari pengalaman terdahulu di mana bayu kurang Suka dengan SOP ekspedisi yang kemitraan dengan perusahaan nya
Untuk mengurangi kerusakan dan tanggung jawab perusahaan kepada pelanggan, makanya Bayu mendirikan khusus ekspedisi untuk perusahaan, lebih terjamin keamanannya.
"Siap pak"
"A kamu bawa apa?" Sia menghampiri sang anak lalau di ajak duduk di atas Sofa
"Nanti juga kamu tahu --buatkan minum sayang buat mas nya dan camilan juga" pinta Bayu
Karyawan Bayu mulai membuka kardus ukuran besar itu, pertama mereka membuka pelindung kayu yang terdapat di luar kardus
Sudah menjadi SOP perusahaan bahwa barang yang di kirim harus mengikuti standar perusahaan agar tidak ada kerusakan yang tidak di inginkan bahkan pemasangan dan pembukaan barang harus kurir atau orang dari perusahaan yang membuka semua kurir sudah di latih bagaimana membuka atau merakit produk dari perusahaan Bayu
Walaupun konsumen ingin membuka atau unboxing barang tetap harus ada perwakilan perusahaan yang mendampingi tidak sedikit public figure yang mereview produk perusahaan biasanya jika untuk konten seperti itu perusahaan akan menyesuaikan jadwal kapan barang akan di kirim dan agar public figure tersebut bisa di dampingi oleh kurir
Bukan SOP yang rumit tapi Bayu ingin konsumen puas dan perusahaan tidak merugi karena tidak tahu cara membuka barang dari box atau kardusnya,
sebelumnya banyak konsumen yang mengeluhkan barang nya lecet atau rusak karena ekspedisi yang tidak berhati-hati atau pembukaan barang yang tidak berhati-hati oleh si pembeli