49

34.1K 3.1K 457
                                    

Tandai typo!! Komen & Vote!!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tandai typo!!
Komen & Vote!!

♡♡♡


Hari ini suasana hati Sia sedang dalam mode senggol bacok, Setelah ia dan Suami pulang dari Rumah Sakit untuk memeriksakan anaknya yang terluka bahkan Sia berniat visum jika di perlukan

Karna terlanjur sakit hati Sia tidak main-main untuk membuat Bunda Intan Kapok. Bukan masalah Intannya yang mendorong anaknya Sia mengerti namanya juga anak kecil tapi Karna perkataan Bundanya lah Sia ingin Memperoses ini

Sudah Sia katakan Jangan Terlalau berharap jika Sia akan diam  melihat anaknya terluka tidak peduli pandangan orang yang Penting anaknya tidak tersakiti toh dia memiliki uang dan Kekuasaan di dunia ini apa-pun  bisa di kendalikan dengan Uang masa bodo  dengan semua orang tidak menyukai Sia yang terpenting anaknya mendapat keadilan dan kenyamanan dalam hidupnya

"Aku mau kamu kasih efek Jera buat bunda Intan!!" bukan permintaan lebih ke perintah Bayu Rasakan

"Istigfar Sayang coba sini cerita dulu ke aku" bayu menarik pinggang Sia lalau di sandarkannya tubuh besar Sia sekaligus anak gembulnya yang tertidur dalam pelukan sang Mama setelah megamuk di suruh meminum obat.

Sia menyamannkan punggungnya Sebenarnya sudah dari pagi punggung Sia terasa pegel tapi syukurnya Sia masih bisa menahan rasa pegalnya. Bayu pun tanpa di pinta mengusap-usap pinggang Sia agar Sia Semakin nyaman bersandar pada dirinya

"Sakit hati aku A hik..!!" air mata Sia jatuh, melihat itu Bayu masih tetap tenang walaupun dalam hati sedikit khawatir melihat Istrinya menangis takut Mempengaruhi kehamilan Sia di tambah Sekarang Sia Sedang mendekap Nana tidak ingin melepaskannya barang Sedikitpun

"Ia coba kamu cerita ke aku gimana kejadiannya hemm?, tapi Dedenya boleh ya di tidurin dulu di kamar biar kamu enak ceritanya ya?" Bayu mencoba membujuk Sia tapi Sia tetap kekeh dengan keinginannya malah Sia Semakin Mengeratkan pelaukanya pada Tubuh sang anak

"Enggak A!!" Sia tetap mempererat pelukannya dengan menangis dalam diam, pandangannya kosong lurus menatap dinding "Apa kita pindah aja A! Ke kampung? atau keluar Negri? --kayanya luar Negri lebih bagus kekampung kemungkinan Masih banyak orang jahat hik..hik.." Sia Sesegukan

Bayu memejamkan Matanya Sia benar-benar tidak baik-baik saja. Bayu baru pertama kali melihat diri Sia yang seperti ini. Bayu tau faktor kehamilan juga Mempengaruhi kondisi emosional Sia

"Sutttt... coba tarik nafas dulu.. keluarin pelan-pelan tenangin diri kamu sayang" Bayu masih mengelusi pinggang Sia lembut

"Gak bisa dadaku Sakit A hikk.." Sia terus Menerus menciumi kepala sang anak

"Kalo kamu gak mau bikin perhitungan sama Bunda Intan aku bisa sendiri, aku juga bisa kasih tau Bapak pasti dia mau bantu aku apa lagi menyangkut Nana Bapak pasti mau" menurut Bayu Sia sudah mulai melantur Bukanya Bayu tidak Mau Tapi Bayu ingin tau terlebih dahulu duduk masalahnya seperti apa.

Mama Papa & Nana (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang