Princess - Chapter 9.1

430 24 0
                                        

________________________________
____________________

C9.1 : Sushi-Trouble Situation

____________________
________________________________

Playlist : One Direction - Night Changes

Playlist : One Direction - Night Changes

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

________________________________

"Oh astaga!" Aku menahan teriakanku, menutup mata dengan kedua telapak tangan. Tidak berani melihat adegan yang sedang berlangsung. Ini terlalu seram!

Navhaniel sialan! Bukan tanpa alasan aku memilih film ini. Dulu sekali aku pernah ingin menontonnya di ruang teater mansion, namun di menit ke-lima, aku terlalu takut untuk menyaksikan sendirian. Jadi aku memasukkannya ke daftar kegiatan yang ingin kulakukan suatu hari nanti. Hingga tadi, saat Navhaniel mengatakan ingin menonton film, aku akhirnya memberanikan diri.

Aku mendengus sebal. Mengalihkan pandanganku dari layar sebelum kemudian menoleh pada Navhaniel yang terpejam. Dia sudah tertidur entah sejak kapan. Ini sama saja dengan aku menonton sendirian. Lagipula bagaimana bisa ada orang yang malah berkelana ke alam mimpi saat sedang menonton film horror?

"Navhaniel bangun." Aku menepuk pelan bahunya. "Hei!" Lagi, aku menepuk bahunya. Agak keras. "Cepat bangun!" Alisnya yang sempurna mengkerut terganggu. Gerutuan tidak jelas yang disertai geraman keluar dari bibirnya sebelum dia mulai bergerak tidak nyaman. "Kau ini—" Ucapanku terpotong saat dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Iris biru gelap itu masih tidak terlihat. "Navhaniel!"

"Sebentar saja." Gumamnya.

Selama beberapa saat aku hanya diam. Bau sitrus menyeruak masuk ke dalam indra penciumanku dengan tenang. Rambut hitam Navhaniel menyentuh pipiku lembut. Deru napasnya yang teratur di lekukan leherku membuatku sedikit meremang.

Dalam momen kesunyian itu, tiba-tiba suara teriakan keras terdengar. Membuatku terlonjak kaget hingga melompat turun dari ranjang dan mengakibatkan Navhaniel terjerembab ke bantal. Film horror sialan!

Aku menyentuh dadaku yang berdentum cepat. Mengambil lalu menghembuskan napas banyak-banyak sebelum kemudian melirik pada Navhaniel yang sudah terbangun dan kembali bersandar di sandaran ranjang sembari memijat kepalanya.

"Kau menganggu tidurku." Katanya.

"Ck! Kau berkata ingin mengajakku ke Los Angeles tadi." Aku melipat kedua tanganku di depan dada. "Aku mau sushi." Pintaku begitu saja. Tanpa membiarkan diriku untuk berpikir dua kali.

"Huh?"

Dengan kesal aku mendekatinya, menarik sebelah tangannya agar dia turun dari ranjang. "Ayo cepat Navhaniel! Aku mau makan sushi!"

THIS FEELINGSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang