Princess - Chapter 7.2

547 25 0
                                        

________________________________
____________________

C7.2 : Head-Mess

____________________
________________________________

Playlist : Ava Max - Sweet But Psycho

Playlist : Ava Max - Sweet But Psycho

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

________________________________

Aku kembali menatap Rickardo yang terbaring menyedihkan. Darah sudah mulai mengering di sudut bibirnya yang sobek. Dengan tenang aku mendekatinya. Setiap langkahku diikuti tatapan semua orang. Masih tidak ada yang bersuara. Bahkan hingga aku mengulurkan tanganku pada laki-laki bermata cokelat ini yang sekarang terlihat kaget.

Meski ragu, dia perlahan meraih uluran tanganku. Aku menariknya, membantunya duduk, lalu aku berjongkok untuk mensejajarkan diriku dengannya. "Perlu kau ingat; aku bukan orang suci. Seharusnya kau curiga saat dulu aku menganggap kau dan teman-temanmu tidak pernah melakukan apa yang kalian lakukan." Bisikku. Sengaja agar hanya dapat didengar olehnya. "Bukankah aneh? Skyla Clarke yang tidak pernah melepaskan para pengusiknya malah menerima salah satu dari mereka sebagai kekasihnya setelah grup konyol orang itu ketahuan menjelek-jelekkan kami, mengirimkan rumor murahan ke media? Dan jangan melupakan tentang foto itu, Rickardo."

"Jadi selama ini kau—"

"Ya, Sayang. Apapun yang kau ingin katakan benar adanya. Aku memang sengaja membuatmu melewati neraka. Menyiksa bukan? Menyaksikan semua yang kulakukan namun tidak mampu berbuat apapun karena kau telah jatuh terlalu dalam padaku?"

"Bagaimana mungkin aku bisa jatuh pada gadis licik sepertimu selama ini?"

"Karena aku yang memastikannya, Rickardo. Sayang sekali padahal kau baik. Tapi kau salah dalam memilih tindakan. Kau beruntung aku tidak jadi mengancurkan reputasimu dan teman-temanmu tanpa bisa diperbaiki."

Rickardo terkekeh miris. "Lalu aku harus bersyukur untuk itu?"

"Seharusnya." Aku mengedikkan bahu ringan. "Apa yang akan kulakukan setelah semua ini kurasa bukan apa-apa untuk membalas semua ucapanmu tadi."

"Apa yang akan kau lakukan?"

"Bukankah tidak akan seru jika kuberitahu sekarang?" Tersenyum miring, aku bangkit berdiri. "Lagipula aku masih memilih. Tidak sepertimu yang mempertaruhkan semuanya dalam satu drama, aku memiliki ratusan cara dan puluhan panggung pementasan."

"Kau perempuan kejam!" Seru Rickardo. Tidak bisa menahan suaranya lagi.

"Ya, begitulah semua serangga menyebutku." Aku sedikit memiringkan kepala. "Dan Rickardo," Kugantung ucapanku selagi aku mengangkat kaki, mendorongnya ke bahu Rickardo cukup keras sehingga dia kembali berbaring. "Mengoreksi panggilanmu tadi, aku bukan Tuan Putri," Rickardo mengeram kesal. "Aku lebih dari itu."

THIS FEELINGSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang