❝FOR THOSE WHO LOOK UP TO THE SKY.❞
____________________________________________
SKYLA ALEA CLARKE, cucu perempuan pertama dari keluarga pemilik perusahaan senjata nomor satu dunia. Cantik dan cerdik. Posisinya sebagai ratu di sekolah swasta paling...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
________________________________
Dua minggu telah berlalu. Tidak ada satu haripun yang kulewatkan tanpa para sahabatku dan Navhaniel. Entahlah. Aku merasa aku tidak bisa menyebut Navhaniel dalam satu kata sekaligus dengan yang lain. Dia memang bagian dari Royals, tetapi dia juga lebih dari itu.
Sekarang, untuk pertama kalinya sejak tiba, aku menyempatkan diri untuk berjalan-jalan keliling kastil. Atau lebih tepatnya membolos kelas karena jika tidak, sudah pasti aku tidak akan punya waktu luang. Setiap jam sekolah usai, para sahabatku atau Navhaniel selalu saja sudah memiliki rencana.
Aku mengedarkan pandang ke sekeliling dari tempatku berdiri di dekat air mancur di tengah bangunan utama, mengamati arsitektur kastil Eropa kuno yang menyeramkan sekaligus indah dan entah bagaimana terasa nyaman. Tempat ini besar sekali meskipun tidak sebesar Spencers High School.
Hari ini, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Cahaya keemasannya menyinari bendera-bendera yang ada di hampir setiap sudut. Bendera lambang Spencers High School dan lambang keluarga Grayson. Keluarga paling berkuasa itu benar-benar membuat semua orang tidak bisa mengabaikan mereka walaupun sedetik saja.
Kastil dan Skotlandia selalu membuatku teringat akan serial tv berjudul Reign yang menceritakan tentang perjalanan hidup Ratu Mary dari Skotlandia. Aku tahu ceritanya pasti telah dilebih-lebihkan, namun menurutku, mau lebih atau kurang, kisahnya tetaplah tragis.
Diberi tanggung jawab besar untuk menjadi ratu sebuah negara penuh pemberontak saat masih berumur enam hari karena ayahnya meninggal, diasingkan ke Perancis, dijodohkan saat masih kecil dengan putra mahkota Perancis, ditinggal mati oleh suaminya, lalu hidupnya harus berakhir mengenaskan dengan dihukum mati oleh sepupu jauhnya.
Semua itu tidak adil. Mary pantas mendapatkan lebih dari apa yang didapatkannya. Mary berhak memilih jalan hidupnya sendiri. Tetapi faktanya, tidak banyak manusia yang seberuntung itu. Aku bergidik sembari merapatkan mantel meratapi kenyataan.
"Skyla!"
Suara nyaring yang memanggilku membuatku sontak menoleh dan mendapati Eve sedang berjalan ke arahku. Masih dalam balutan seragam olahraga yang dirancang sedemikian rupa untuk melindungi tubuh dari dinginnya cuaca.
"Ada apa?" Tanyaku setelah dia tiba di hadapanku.
"Coach Aiden mencarimu tadi." Eve memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Tapi tenang saja, dia tiba-tiba ada urusan mendadak. Jadi tidak sempat memperkarai ketidakhadiranmu."