❝FOR THOSE WHO LOOK UP TO THE SKY.❞
____________________________________________
SKYLA ALEA CLARKE, cucu perempuan pertama dari keluarga pemilik perusahaan senjata nomor satu dunia. Cantik dan cerdik. Posisinya sebagai ratu di sekolah swasta paling...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
________________________________
"Rhys!" Aku berlari menyusulnya melintasi lapangan. "Rhysand!" Lagi, aku memanggilnya sementara Rhysand masih terus berjalan cepat mengabaikanku. "Tunggu!"
Tidak sedikit yang menonton kami dari berbagai penjuru. Tetapi aku tidak peduli. Yang kupedulikan hanyalah Rhysand. Aku harus tahu apa yang menyebabkan dia menepis air mineral dariku tadi. Persetan dengan yang lainnya.
"Rhysand Aguillard! Kau tuli?!" Aku berhasil meraih sikunya dan membuatnya berhenti sekaligus menghadapku. "Ada apa denganmu?"
"Ada apa denganku?" Rhysand mengulang pertanyaanku dengan sinis. "Aku tidak apa-apa." Jawabnya. "Sekarang bisakah kau lepaskan aku? Aku ada janji dengan Mia."
"Tidak. Aku tidak mau." Aku menggeleng cepat. "Kau harus mengatakan padaku apa yang terjadi."
Kekehan sarkas. "Memangnya apa yang terjadi? Aku tidak berhutang penjelasan apapun padamu. Lagipula, semuanya tidak harus tentang kau. Masih banyak hal yang lebih berharga yang harus kulakukan daripada..." Rhysand semakin mengetatkan rahangnya. "Bersamamu."
Aku tidak mengerti. Aku tidak tahu apa yang salah.
"Bukankah seharusnya kau tidak di sini? Navhaniel tidak akan suka kekasihnya mengejar-ngejar laki-laki lain." Rhysand menepis kasar tanganku dari sikunya. " Jika dia marah, kau tidak akan bisa menikmati kekayaannya."
"Apa maksudmu?"
"Ayolah, Skyla. Tidak perlu berpura-pura di hadapanku." Rhysand tersenyum miring. "Pertama, kau mengencani Rickardo untuk melupakanku sekaligus publisitas karena ayahnya adalah seorang politikus yang sedang naik daun. Lalu sekarang, harus kuakui kau memang sangat hebat. Semua orang juga tahu kau mengencani Navhaniel karena dia seorang Grayson."
"Tidak masuk akal!" Aku membentaknya cukup keras. "Jaga ucapanmu, Rhys! Kau tidak tahu apa-apa!"
Semua yang keluar dari mulutnya sama sekali tidak masuk akal. Tidak ada satupun yang mendekati kebenaran. Aku merasakan panas menjalar di leherku. Ucapan Rhysand barusan sukses melukaiku. Apa itu yang dia pikirkan selama ini tentangku? Bahwa aku hanyalah gadis murahan? Bahwa aku sangat tidak mampu sehingga membutuhkan laki-laki untuk mendapatkan sesuatu? Serendah itukah dia memandangku? Apa itu alasan sesungguhnya dia melakukan apa yang dilakukannya dua tahun lalu?
Aku menatap mata hazelnya nanar. Rhysand memang seringkali mengeluarkan kalimat-kalimat menusuk, tetapi kali ini...entah mengapa aku rasa dia bersungguh-sungguh. Aku tidak tahu kenapa dia mengatakannya. Padahal sejauh yang kutahu, hubungan kami baik-baik saja. Aku dan Rhysand baik-baik saja.