21. BERPELUKAN✅

1.3K 37 1
                                        

HALLO READERSKU TERSAYANG



JANGAN LUPA PENCET BINTANGNYA DULU DONG SEBELUM LANJUT BACA






SEMOGA SUKA SAMA PART INI YA READERS








HAPPY READING









*****

Varo pulang dari kantor sekitar jam setengah lima sore. Selama di kantor, Varo terus kepikiran dengan Arin. Saat melihat Arin sedang memasak di dapur, Varo langsung menghampiri istri cantiknya itu.

"sudah pulang, mas?" tanya Arin.

"hm" jawab Varo dengan deheman singkat.

"kamu masih marah? Arin minta maaf" Arin menundukkan kepala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"aku gak marah, sayang... maafin aku juga ya" Arin mendongak dan menatap Varo yang ada di depannya.

Detik itu juga, Arin berhambur ke dalam pelukan Varo dan menangis di dada bidang sang suami.

"Arin minta maaf... hiks... karena Arin gak nurut sama mas Varo... hiks..." Arin terus menangis.

"jangan nangis, sayang" Varo mengusap air mata Arin yang membasahi kedua pipinya yang semakin berisi itu dengan lembut.

"gimana sekarang? udah gak pusing kan?" tanya Varo.

Arin mengangguk dan Varo tersenyum hangat. Lalu, mencium kening Arin dengan lembut.

"kok pipinya makin berisi sih?" kata Varo dengan mengunyel-ngunyel kedua pipi Arin.

"iiissshh... jangan di unyel-unyel pipi Arin!" kesal Arin dan menjauhkan tangan Varo dari kedua pipinya.

"ututuuu... gemes banget kalau kamu lagi kesel gini, pengen aku kunciin deh di dalam kamar" ujar Varo sambil mendekap Arin kembali.

Varo ingin melepas pelukannya. Tapi, Arin semakin mengeratkan pelukannya. Arin malah menduselkan wajahnya di ketiak Varo.

"sayang, kenapa kamu malah cium ketiak aku? aku belum mandi loh... baru pulang dari kantor" kata Varo yang heran dengan sikap sang istri karena tidak seperti biasanya.

"gak papa, ketiak mas Varo wangi, Arin suka!" sahut Arin yang masih setia menempatkan wajahnya di ketiak Varo.

"tumben sih kamu? biasanya kalau aku pulang dari kantor, kamu gak mau aku peluk" kata Varo sambil mengelus rambut panjang sang istri.

"tapi, ini kamu malah cium ketiak aku?" lanjut Varo.

Arin tidak mempedulikan ocehan Varo. Ia tetap menduselkan wajahnya pada ketiak Varo. Hampir sepuluh menit Arin menenggelamkan wajahnya pada dekapan ketiak Varo, dan akhirnya Arin melepaskan pelukannya.

"aku laper, kamu masak apa, sayang?" tanya Varo.

"aku buat nasi goreng aja, gak apa kan, mas?" tanya Arin dengan tersenyum tipis.

"gak apa-apa, sayang" kata Varo yang juga membalas senyuman manis sang istri.

"ya udah, ayo kita makan"

Lalu, Arin dan Varo melaksanakan acara makan bersamanya dengan khidmat dan lancar.

*****

Mantanku CEO, Suami pun CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang