Jika ada ✅ berarti SELESAI REVISI
Part 64 sampai end, author unpublish dulu
⚠FOLLOW DULU YA GUYS SEBELUM BACA⚠
☡jangan lupa vote ya di setiap chapter yang sudah kalian baca☡
Part awal² mungkin nge-bosenin, tapi semoga untuk part selanjutnya kalian s...
Arin sudah selesai mandi sepuluh menit yang lalu dan sekarang ia ingin melanjutkan aktivitasnya yaitu membaca novel. Arin memang sering mandi di malam hari jika merasa gerah.
Baru saja Arin membaca novel setengah, tiba-tiba ponselnya menyala, menandakan ada pesan masuk. Arin mengambil ponselnya yang berada di atas buku di samping meja belajarnya.
______________________________ Pak Varo si muka tembok
10 mnt lg sy smpai
______________________________
Arin terlonjak kaget dari posisi duduknya setelah membaca pesan dari Varo.
"ya ampun! gue lupa! sekarang kan gue nemenin pak Varo buat ke acara pernikahan rekan kerjanya?" ucap Arin sambil menepuk jidatnya.
Arin segera berjalan ke arah lemarinya untuk mengambil sebuah dress yang akan ia kenakan malam ini.
dress yang Arin pakai
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baru saja Arin selesai menyisir rambut, ponselnya sudah menyala kembali dan menampilkan pesan dari Varo.
______________________________ Pak Varo si muka tembok
sy sdh ada di dpn rmh km
oke, pak👌 sbntr, saya akan keluar rumah
______________________________
"ngetik aja singkat-singkat, dasar si muka tembok!" gerutu Arin.
Arin keluar dari kamar untuk menemui Varo yang sudah ada di depan rumahnya.
"silahkan masuk, pak" ucap Arin, ketika pintu rumah sudah terbuka lebar.
Varo terus memandangi wajah Arin. Arin yang merasa terus di perhatikan, memberanikan diri untuk bertanya.
"kenapa bapak lihatin saya terus? jelek ya? baju saya jelek ya? atau make up saya ketebelan? emang saya gak cocok tau kalau harus bersanding dengan bapak, saya gak selevel dengan bapak, saya kurang can-" belum sempat Arin menyelesaikan ucapannya, Varo sudah menyelanya.