Aku kembali lagi setelah beberapa hari ini betapa di dalam goa.
Kalian nyariin Mak, gak? Pasti nggak, kan? Ya udah, gak papa. Gak pengen di cariin juga kok.
Btw, jangan lupa tinggalkan komentar di setiap paragraf.
Jangan takut di gigit sama Mak. Karena Mak itu orangnya baik, tidak sombong, seperti Budi yang rajin menabung.
Budayakan vote sebelum membaca!
乁( •_• )ㄏ
Masalah adalah salah satu yang harus diselesaikan, bukan malah ditinggalkan dan dibiarkan. Seperti itulah yang dipikirkan oleh laki-laki bernama Risky. Awalnya ia ingin mengabaikan masalah yang ia alami. Alasannya simpel saja, karena belum siap jika orang-orang menyeret dan menghakiminya. Tapi untuk kali ini, ia sudah bertekad untuk menyelesaikan dan mencari tahu. Alasannya hanya satu, yaitu merasa bersalah yang amat besar kepada Nadia.
“Sa, tunggu!” Risky berlari kecil, setelah Rasya yang baru saja akan meninggalkan kelas bersama kekasihnya, Anggun. “Gue mau ngomong sama lo, penting.”
“Kalian berdua lagi berantem, ya? Perasaan dari semenjak masuk kelas sampe pulang sekolah kok pada jauhan kayak gitu?” tuding Anggun dengan memicing matanya.
“Kita nggak berantem kok. Kamu ke parkiran duluan, ya. Aku ada perlu dulu sama si Risky, nanti aku nyusul,” ujar Rasya yang membuat Anggun hanya bisa pasrah. Walau sejujurnya ia penasaran tentang mereka berdua. Ada sesuatu yang sepertinya tengah mereka sembunyikan. Tapi apa? Entahlah.
“Gue perlu bantuan lo.” Empat kata yang mampu membuat satu alis Rasya terangkat sempurna. “Tentang dalang penyebaran video itu. Setelah gue mengetahui siapa dalangnya, gue bakal serahin diri dan mengakui kesalahan gue ke orang tuanya Nadia. Gue janji, Sa. Tapi gue butuh bantuan lo.”
“Oke, apa yang harus gue lakukan?”
Risky mendekat. Ia berbisik kecil di daun telinga tamannya, agar tidak ada satu orang pun yang mendengarkan percakapan penting mereka. Risky memberitahukan semua tentang rencana yang ia miliki, yang kontan langsung membuat bola mata Rasya melebar. Gila! Rencana macam apa itu? Apakah Rasya harus mengikuti rencana gila itu? Yang benar saja.
“Lo gila apa? Emangnya nggak ada rencana lain?” tanya Rasya tak habis pikir.
“Hanya itu rencana yang gue miliki, Sa. Gue nggak mungkin terang-terangan tanya hal itu sama Farah. Otomatis dia pasti bakal ngelak,” tutur Risky memberitahu. “Cuma rencana ini yang bisa kita lakukan. Dan gue butuh bantuan lo.”
Rasya mengacak rambutnya gusar. “Kalau ketahuan gimana, Risky? Kita bisa di amuk, digebukin, terus di bakar.”
“Enggak akan ada yang tahu kalau kita main rapi. Ini juga demi Nadia, Sa. Gue janji, setelah urusan ini selesai, gue bakal serahin diri gue,” ucap Risky memohon.
“Persetanlah, gue anterin Anggun pulang dulu, nanti malem gue ke rumah lo,” ujar Rasya, pasrah.
“Thank’s, Sa.”
Risky sedikit memiliki harapan untuk bisa menyelesaikan kasus ini. Meski pada akhirnya ia harus menyerahkan diri dan siap untuk menerima segala hukuman. Andai waktu bisa berputar, Risky akan memperbaiki semuanya.
Nad, kamu akan mendapatkan keadilan.
—————————
Ada banyak orang yang tengah di landa berbagai macam masalah yang melingkupi kehidupannya. Risky yang harus menyelidiki dalang dari penyebaran video Nadia, Leonard yang harus mencari pendonor ginjal untuk Luna, Suci yang harus bersembunyi dari tuntutan orang tua, dan Restu yang harus berhadapan dengan permasalahan keluarganya. Seperti saat ini, Restu harus berhadapan dengan sang ayah yang tiba-tiba datang dan menghancurkan sebuah guci yang berada di sudut ruangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lonely
Fiksi Remaja[Harap follow sebelum membaca] "Sunyi itu tidak buruk. Hanya saja terlalu sepi." By : Mamake_Nyong. Ini tentang gadis bernama Suci Amara Ayesha. Gadis kesepian, yang terpaksa hidup diantara keramaian di tengah-tengah keluarga bahagia. Sayangnya, Suc...
