Kiss?

1.7K 171 11
                                        

"Ntar adegan kiss nya di lamain aja nggak apa-apa, Ga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ntar adegan kiss nya di lamain aja nggak apa-apa, Ga. Kapan lagi kan bisa kiss seorang Gracia," celetuk gadis itu membuat Sahara dan Lisa memasang wajah bingung sembari mengernyitkan dahi. Mengapa ada manusia seperti Gracia? Aneh-aneh saja.

Sahara, Sagara, dan Lisa tengah berada di rumah Gracia untuk berlatih drama. Tugas kelompok yang di berikan oleh Linda selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setiap murid di bagi menjadi beberapa kelompok. Dimana, satu kelompok berjumlah minimal empat orang.

Pemilihan kelompok secara random. Linda menunjuk masing-masing perwakilan kelompok, untuk anggotanya bisa di pilih sendiri oleh perwakilan yang sudah di tunjuk sebelumnya.

Dalam kelompok Sagara, pria itu yang di tunjuk oleh Linda sebagai ketua kelompok. Sagara kemudian memilih Sahara untuk satu kelompok dengannya. Lalu, gadis itu menunjuk Lisa agar bergabung dengannya. Lisa sendiri tidak tahu harus memilih siapa. Ia merasa ketakutan dan tidak nyaman. Hingga tiba-tiba Gracia masuk sendiri ke dalam kelompok itu hanya karena ingin terus dekat dengan Sagara. Jadilah mereka berempat satu kelompok sekarang.

Tugas yang di berikan oleh Linda berkaitan dengan legenda, dongeng dan sejenisnya. Setiap kelompok di beri kebebasan untuk mengadopsi genre manapun. Nanti, setiap kelompok akan menampilkan diri di depan kelas dalam bentuk drama. Meski begitu, tiap siswa di tuntut agar bisa menjalankan peran dan membuat drama menjadi sebaik mungkin.

"Ga, menurut lo gue harus gimana biar feel-nya dapat gitu?" Ucap Gracia lagi-lagi meletakkan kepala di pundak pria di sebelahnya.

"Tinggal merem doang nggak perlu harus gimana-gimana. Ntar, pas gue cium baru lo bangun," sahut pria itu.

Sekedar informasi, kelompok Sagara mengambil cerita "Putri Salju" sebagai topik drama mereka. Itu juga atas usul Gracia. Ia juga yang membagi peran dengan seenaknya. Lisa sebagai kurcaci. Sahara sebagai penyihir jahat yang memberinya apel beracun. Ia sebagai putri salju yang tertidur cukup lama karena memakan apel beracun. Lalu, Sagara sebagai pangeran yang tiba-tiba datang dan mencium putri salju hingga kemudian sadar dan bangun dari tidur.

Gadis itu memang pandai mencari keuntungan.

"Lo udah hapal dialognya?" Suara Sagara memecah emosional Sahara yang sedari tadi sudah sangat geram dengan tingkah laku Gracia.

"Udah kok. Kamu juga udah, kan? Nanti kamu harus pasang ekspresi yang kayak khawatir dan tulus gitu. Biar feel romance-nya dapat. Ciumnya jangan terlalu lama, sekilas juga udah bisa kok. Untuk formalitas aja," sahutnya panjang lebar di akhiri kalimat dengan ekspresi sedikit melengos ke arah Gracia.

Sagara menampilkan senyum yang sulit di mengerti oleh gadis itu. Tiba-tiba saja ponsel Sahara berdering, ada pesan masuk untuknya.

Sagaragara 🐽
Lo cemburu, ya?

Mata Sahara langsung menatap tajam mata Sagara sesaat setelah membaca pesan. Seolah menegur pria itu akan tingkah anehnya.

Sahara
Ya, enggak lah. Memangnya siapa aku harus cemburu?

180° [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang