Change of Attitude

1.6K 171 5
                                        

Hidup akan terus berjalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hidup akan terus berjalan. Entah akan berhadapan dengan kebahagiaan atau justru kesedihan, itu semua tergantung pada rencana yang sudah di tetapkan sebelumnya.

Jalan setiap orang berbeda, jangan di sama ratakan. Satu hal yang perlu di ketahui, tidak ada perjalanan yang begitu mulus tanpa hambatan. Pasti selalu ada cela. Itu sebabnya, setiap orang memang harus kuat dan berusaha untuk melaluinya.

Waktu berlalu begitu cepat. Mau tahu apa penyebabnya?

Momen, kebahagiaan, kesedihan, cinta, kerja keras, semua hal yang mengisi kehidupan hingga kemudian melahirkan kenangan. Ya, semua itu adalah fase yang tanpa sadar membuat waktu berlalu begitu saja.

"Sarapan dulu, Ga. Aku udah buatin sarapan kamu," suara Sahara saat melihat suaminya bersiap untuk berangkat ke kantor.

"Gue sarapan di kantor. Masakan lo nggak pernah ada yang bener. Kadang asin, kadang hambar, kadang gosong, nggak becus banget jadi istri," celetuknya tanpa sadar membuat hati kecil Sahara sakit.

"Iya, maaf. Aku juga masih belajar. Kedepannya aku janji akan masakin yang enak buat kamu."

"Terserah. Gue berangkat dulu," ujar lelaki itu sembari membenarkan dasinya yang sedikit miring.

Sahara mengikuti langkah kaki pria itu. Tangan kanannya menjinjing tas yang berisi laptop dan beberapa berkas kantor. Setiap pagi, ia memang selalu mengantar Sagara sampai depan pintu apartemen.

"Gue pergi dulu.

"Iya. Kamu hati-hati ya," sahutnya kemudian menyalami punggung tangan Sagara.

"Kamu nggak pulang telat hari ini, kan? Beberapa hari ini kamu lembur terus."

"Gue lembur juga ada alasannya, kerjaan gue banyak! Memangnya kenapa kalau gue pulang cepat?" Tanya balik Sagara dengan ekspresi kesal.

"Aku mau minta temenin kamu ke supermarket, belanja bulanan."

"Itu doang? Pergi sendiri kan bisa, jangan manja!

"Udah ah, gue berangkat," lanjutnya seraya berjalan menuju lift.

Setelah kepergian Sagara, gadis itu kemudian menutup pintu dengan perasaan kecewa. Tanpa terasa air matanya menetes, entah apa penyebabnya. Yang Sahara tahu, hatinya begitu ngilu dan panas karena menahan sakit.

"Kenapa kamu jadi ketus gini, Ga? Aku salah apa?"

🦋🦋🦋

Sahara Olivia dan Sagara Alvin Mahendra sudah resmi menikah satu bulan yang lalu. Pernikahan mereka di gelar tepat delapan bulan usai kelulusan. Acara yang di laksanakan pun tak biasa, justru sangat mewah. Benar-benar pernikahan yang mencerminkan keluarga Sagara yang terkenal kaya raya.

Saat ini, mereka berdua tinggal di apartemen. Apartemen yang sudah di beli oleh Sagara jauh hari sebelum mereka menikah. Sagara tidak melanjutkan pendidikannya, ia langsung terjun ke perusahaan Damar untuk membantu sang ayah menjalankan perusahaan. Sagara anak tunggal, kalau bukan dia yang akan meneruskan bisnis sang ayah lalu siapa lagi?

180° [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang