🌼 Follow akunku sebelum membaca!
🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL!
🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir.
🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata.
Blurb :
Apa jadin...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sahara tengah bersiap-siap, ia akan pergi ke rumah sakit hari ini. Tentu saja untuk menemui Dr. Ratna perihal konsultasi tentang kehamilannya.
Gadis itu tak lagi memiliki mobil, jadi ia harus memesan ojek online agar bisa sampai disana.
Ada perasaan bahagia, namun ada juga perasaan kecewa yang menyelimutinya. Pasalnya, ia sudah berbicara pada Dr. Ratna perihal mengajak suaminya untuk periksa sekaligus melakukan ultrasonography (USG).
Tapi, apa yang terjadi saat ini? Jangankan menemani periksa, mengakui anaknya saja pun tidak. Malah mengatakan hal yang bukan-bukan.
Sahara berusaha membuang perasaan kecewa, ia tidak mau pikirannya berdampak kepada calon anaknya.
Perjalanan kali ini cukup lama. Karena lokasi huniannya sekarang lumayan jauh dari rumah sakit tempat Dr. Ratna bekerja.
Jarak bukanlah masalah, yang terpenting ia senang karena akan melihat nyawa malaikat kecil yang bersemayam di tubuhnya.
Setibanya di rumah sakit, langkah kaki gadis itu mengarah pada ruangan Dr. Ratna. Gadis itu langsung mengetuk pintu, kemudian menekan ke bawah knop pintu agar terbuka.
"Permisi, Dok," ucapnya saat sudah berhasil membuka pintu.
Melihat kedatangan gadis itu, Dr. Ratna menyapa dengan senyum. "Sahara? Mari masuk."
Sahara kemudian masuk usai di persilakan. Kemudian, ia duduk di salah satu kursi yang memang di sediakan khusus pasien.
"Suami kamu nggak ikut?" Tanya wanita itu karena melihat Sahara datang sendirian.
"Iya, Dok. Suami saya lagi sibuk, jadi nggak bisa nemenin saya kesini," paraunya di selimuti senyum pura-pura.
Dr. Ratna mengangguk paham. Tentu saja ia percaya. Padahal, kenyataan yang sebenarnya bukan seperti itu. Tapi biarlah, tidak baik juga membagikan masalahnya dengan orang banyak. Masalah rumah tangga bukan konsumsi publik, yang semua orang harus tahu apa dan bagaimana duduk permasalahannya.
"Baiklah. Jadi, bagaimana perkembangan kehamilan kamu akhir-akhir ini?" Apa ada keluhan?"
Gadis itu menjawab pertanyaan Dr. Ratna dengan menjelaskan keluhan yang ia rasakan "Beberapa hari ini perut saya sering sakit, Dok. Suka tiba-tiba perih gitu. Sesekali punggung saya juga sakit. Perut juga kadang keram. Itu kenapa ya, Dok?"
"Apa kamu sedang banyak pikiran? Atau melakukan aktivitas berat akhir-akhir ini?" Serunya memastikan.
Gadis itu mengangguk lemah. Memang benar, pikiran dan tenaganya sedang di kuras habis-habisan belakangan ini.
"Itu penyebabnya. Ibu hamil, tidak boleh di biarkan stres apalagi melakukan pekerjaan yang berat. Karena, itu akan berdampak pada kehamilan. Apalagi kandungan kamu masih memasuki awal trimester kedua, jadi belum begitu kuat."