Remember (Flashback)

1.7K 219 3
                                        

Harus vote dan komen, ya, biar aku seneng dan semangat🥺

Niat banget aku up sehari 2x, udah kayak minum obat hehe

Makasih yang udah vote, aku sampai hapal siapa aja orangnya. Yang belum vote, segera vote ya bestieee🧡

Jangan malu dan jangan takut, aku nggak makan readers kok hehe

Happy Reading

Satu bulan yang lalu, keluarga Sagara tengah duduk bersama dan bercengkrama di ruang tamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Satu bulan yang lalu, keluarga Sagara tengah duduk bersama dan bercengkrama di ruang tamu. Ayah, ibu, dan juga Sagara terlihat bercanda tawa membahas beberapa cerita berbeda.

"Pa, Aga mau pindah sekolah lagi," ucap lelaki itu membuat sang ayah yang masih bercerita seketika terhenti.

Damar, selaku ayah Sagara dan juga Amara, selaku ibunya, saling menatap dengan raut kebingungan. Pasalnya, Sagara sudah pindah sekolah sebanyak tiga kali. Saat ini jika ia pindah lagi, maka akan menjadi yang keempat.

"Kenapa, Ga? Kamu buat masalah di sekolah kamu? Atau ada yang jahatin kamu?" Bertubi-tubi pertanyaan di layangkan oleh Damar untuk anak semata wayangnya.

Sagara menggeleng, memang bukan itu alasannya. "Enggak, Pa. Bukan karena itu."

"Jadi, karena apa, Nak? Kamu sudah tiga kali loh pindah sekolah. Apa kamu nggak capek?" Amara turut bertanya kepada Sagara, karena memang sulit di mengerti alasan anak lelakinya itu berpindah-pindah sekolah. Sudah seperti manusia purba saja.

Sagara anak yang pintar, ia jenius. Tidak mungkin rasanya jika di keluarkan karena kebodohan. Ia juga patuh dan tidak pernah membuat ulah. Tidak mungkin rasanya jika ia di keluarkan karena kenakalan. Ia juga hampir sempurna secara fisik. Tidak mungkin rasanya jika ia keluar karena tindakan bully. Lantas, karena apa?

"Karena, Aga belum nemuin apa yang Aga cari, Ma. Setelah ini, Aga yakin nggak akan pindah lagi. Karena, di sekolah baru nanti, Aga akan ketemu sama yang selama ini Aga cari," ucapnya dengan melayangkan senyum dalam arti yang sulit di baca.

"Memangnya apa yang kamu cari, Ga? Dan kemana kamu akan pindah kali ini?" Damar bertanya lagi pada anaknya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu hal.

"Aga mau pindah ke SMA Highlight, salah satu sekolah milik Papa. Aga juga mau satu kelas dengan Aldino, Pa," sahutnya dengan mengabaikan satu pertanyaan lain dari ayahnya.

"Kamu yakin?" Ucap Damar memastikan.

"Yakin, Pa. Aga juga udah komunikasi sama Aldino. Dia yang akan bantu Aga di sekolah baru nanti."

"Ya sudah. Kalau begitu, Papa akan urus perpindahan kamu nanti. Papa harap kamu nggak akan pindah lagi setelah ini," ucapnya dan di balas anggukan oleh Sagara.

Setelah lulus SMP, Sagara memang sudah tiga kali pindah sekolah. Hal itu bukan tanpa alasan. Kepindahannya semata-mata adalah untuk mencari keberadaan Sahara. Untungnya, sang ayah memiliki banyak sekolah dimana-mana, jadi, tidak sulit baginya untuk berpindah kapanpun dan dimanapun. Termasuk ke SMA Highlight yang juga milik ayahnya.

180° [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang