51.Kencan part 2

163 13 4
                                        

"Yakin mau ke pasar malem? Kamu masih sakit loh."

Saga mengangguk yakin, Bunda hanya mampu menghela napas panjang. Pemuda itu tetap kekeh pergi ke pasar malam bersama Jenna.

"Kakinya nggak sakit?"

"Enggak. Bunda tenang aja. Saga kan anak biskuat!"

"Masih bisa jaga Jenna juga, kan? Bunda nggak mau kalian kenapa-napa," ucap Bunda dengan raut cemas.

"Bisa dong!" Seru Saga dengan wajah yakin. Bunda mengangguk pelan dan beranjak dari posisi duduknya di pinggiran ranjang Saga.

"Yang penting hati-hati. Jangan ke tempat-tempat sepi juga. Rawan!"

"Rawan apa, Bunda?" Tanya Saga dengan wajah jail nya.

Bunda menepuk bahu Saga hingga pemuda itu meringis pelan.

"Jangan macem-macem!"

Bunda keluar dari kamar Saga setelah mengatakan itu, meninggalkan Saga dengan cengirannya.

Saga turun dari anak tangga, sudah siap mengajak sang pujaan hati jalan-jalan. Celana training dengan kaos berbalut jaket berwarna gelap melekat ditubuhnya. Sementara Jenna tadi sempat membeli baju saat pulang dari rumah sakit tadi. Gadis itu mengenakan kaos hitam berbalut sweater rajut berwarna coklat dengan bawahan baggy pants.

"Yuk!" Ajak Saga saat melihat Jenna yang tampak tengah berbincang dengan Hana diruang tamu.

"Ikuuuuuttt!!" Tasya berlari dari arah kamarnya. Saga menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.

"Eh, Tasya dirumah aja. Kak Saga mau ke tempat serem. Ada hantunya," bujuk Joan yang tampaknya hari ini full time menjaga Tasya.

"Ikuutt," ucap dengan suara lirih menahan tangis.

"Bunda mana, Hana?" Tanya Joan dengan wajah panik karena Tasya tampak berkaca-kaca hendak menangis.

"Bunda lagi ke apotek sama Kak Dio," jawab Hana dengan wajah yang ikut panik.

"Aduuuuh ... Terus ini Tasya gimana dong?"

"Salah siapa Tasya mau diajak Bunda malah kamu ajak main terus. Harusnya tadi Tasya suruh ikut aja," protes Hana pada Joan yang tadi kekeh mengajak Tasya bermain hingga tidak membiarkan balita itu ikut Bunda ke apotek.

"Ya aku mana tau kalo Tasya pengin ikut Kak Saga! Aduh, terus gimana dong ini? Tasya nangis ..."

"IKUT!! TASYA IKUT!!" Jerit balita itu dengan mata berkaca-kaca.

"Udah malem, Tasya. Tuh! Udah jam tujuh. Tasya kan harus bobo," bujuk Joan sembari berjongkok agar tinggi keduanya sejajar.

"Ya udah, Tasya ikut Kak Saga aja. Nanti kalian tolong bilangin ke Bunda kalo Tasya ikut Kak Saga ke pasar malem," ucap Saga sembari menggandeng tangan balita itu.

"Eh? Nggak papa, Kak? Tapi kan Kak Saga sama Kak Jenna mau nge-date."

"Nge-date bawa adek nggak papa, kan? Nggak papa kalo kita ajak Tasya, kan, Jenna?"

"Nggak papa," jawab Jenna singkat.

Hana dan Joan sama-sama mengangguk dan bernapas lega. Tasya tidak jadi mengamuk. Hana berlari menuju kamar Tasya dan kembali dengan jaket balita itu. Selesai memakaikan jaket pada Tasya, Saga mengangkat tubuh balita itu untuk ia gendong.

"Kak Saga berangkat! Kalian jaga rumah."

"Iya. Have fun, Kak!" Seru Hana pada ketiganya.

Mereka berangkat menggunakan mobil Jenna. Jali tidak pulang atau kembali memata-matai dua remaja itu dari kejauhan. Ia sendiri menyarankan pada keduanya agar kencan menggunakan mobil saja karena kondisi tubuh Saga yang banyak memiliki luka sehabis berkelahi tadi bisa saja mencelakai keduanya. Siapa yang tau, kan.

JENNA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang