BAB 37 : Mengenang Masa Pendekatan

100K 11.1K 520
                                        

Jangan lupa follow, vote, komen dan share yaaaa 🌻🌻🌻

***

Di salah satu tempat yang masih bagian dari Villa terlihat Kinanti tengah memejamkan mata menikmati sensasi pijatan dari rangkaian body spa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di salah satu tempat yang masih bagian dari Villa terlihat Kinanti tengah memejamkan mata menikmati sensasi pijatan dari rangkaian body spa. Tempat itu langsung mengarah ke lautan luas, benar-benar semakin membuat rileks.

“Itu diapain?”

Ketika Kinanti tengah memejamkan mata tiba-tiba mendengar suara kecil Megan.

Anak itu terlihat mengerutkan kening dengan lucu tatkala melihat tubuh Kinanti yang hanya terbalut kain kemben tengah dipijat dengan minyak yang aromanya sangat wangi serta menenangkan.

“Ini namanya body massage,” sahut salah satu terapis yang tengah memijat tubuh Kinanti.

“Biar apa? Biar badannya gak pegel ya?”

Terapis itu tersenyum, lalu mengangguk. “Iya, itu salah satunya.”

Megan terdiam. Ia terlihat asik memperhatikan Kinanti dan tangan-tangan terapis itu memijat belakang tubuh ibu tirinya. Sepertinya sangat enak.

“Aku mau juga dong,” ujar Megan setelah beberapa saat.

“Aduh ... badan aku pegel, Tante,” keluhnya dengan dramatis seraya memegangi tangannya yang senantiasa mendekap boneka beruang kecil.

“Mana yang sakit, Non?” malah Mbak Ella yang menyahut dengan panik seraya memeriksa seluruh tubuh Megan. Aduh, jangan sampai nona mudanya terluka sedikit pun.

Baginya Megan itu sudah seperti kuning telur yang gampang pecah. Jadi ia harus sangat amat hati-hati.

“Ih, gak mau sama Mbak Ella. Maunya sama Tante itu aja,” tunjuk Megan ke arah terapis yang tadi berbicara dengannya.

Kinanti yang sudah tahu sifat Megan langsung menyela.

“Kamu mau dipijat juga?”

“Iya, badan aku pegel-pegel semua, Mi,” sahut Megan dengan raut wajah memelas.

Padahal Kinanti tahu kalau Megan hanya tengah penasaran saja.

“Mbak, bisa kan buat anak kecil? Gak usah yang gimana-gimana, yang biasa aja,” ujar Kinanti kepada terapisnya.

Kalau Megan ikut melakukan semua rangkaian yang telah Kinanti lakukan pasti ujung-ujungnya anak itu akan marah karena kebosanan.

Miss Rempong Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang