BAB 45 : Titik Terang

79K 11K 711
                                        

Jangan lupa, follow, vote, komen dan share 🌻🌻🌻
***

Pada akhirnya Mahasa mengikuti arahan Juna untuk menemui Nanda.

Betapa terkejutnya Mahasa ketika Juna membawa dirinya ke sebuah rumah sakit ternama.

"Kenapa kita malah ke sini?" Mahasa melihat gedung rumah sakit yang menjulang di hadapannya.

"Bapak ikuti saja saya," jawab Juna.

Setelah keduanya sampai di parkiran, Juna langasung mengajak Mahasa menaiki lift untuk sampai ke salah satu ruangan tempat Nanda berada saat ini.

Ternyata keterkejutan Mahasa tidak sampai di situ saja. Laki-laki itu kembali dibuat terkejut ketika melihat keadaan Nanda sekarang.

Wanita itu sudah terbujur lemas di atas ranjang rumah sakit dengan tubuh yang terlihat pucat dan kurus, tidak lupa penutup kepala berwarna guna menutupi kepalanya yang sudah tidak memiliki rambut.

"Kanker darah stadium empat," bisik Juna seolah mengetahui keterdiaman Mahasa dengan mata yang tidak berkedip menatap Nanda.

Nanda yang selama ini mengidap kanker merupakan sebuah fakta baru yang membuat Mahasa tercengang. Berarti terakhir kali Nanda datang ke kantornya, wanita itu tengah sakit.

"Apa kabar?" tanya Nanda setelah menyadari keberadaan Mahasa.

Mahasa menggeser sebuah kursi kemudian duduk di sana. Sedangkan Juna hanya mengantar Mahasa sampai ambang pintu.

"Baik," jawab Mahasa sambil menatap Nanda dengan tidak percaya.

Nanda tampak tersenyum kecil. "Kamu pasti kaget liat keadaan aku sekarang."

Mahasa tidak menyangkalnya karena yang diucapkan oleh Nanda memang sebuah fakta.

"Tapi terlepas dari itu, aku seneng liat kamu mau datang ke sini. Maka dari itu aku mau ucapin terimakasih dan maaf atas semua hal menyakitkan yang pernah aku lakukan." Vernanda terdengar menghela nafasnya. Berbicara sedikit saja sudah membuat nafasnya sesak seperti berlari dua puluh keliling.

"Aku gak tau umurku sampai kapan, jadi aku mau ungkapim satu fakta yang mungkin akan buat kamu terkejut dan gak percaya bahwa aku memang benar pernah meneror Clara tapi itu hanya ketika dia masih menikah sama kamu. Setelah itu aku benar-benar gak pernah ngelakuin hal itu lagi."

Dengan kedua tangan yang sudah terkepal kuat Mahasa mendengar lanjutan dari cerita Nanda yang semakin membuat dadanya bergemuruh.

"Tapi setelah tertangkapnya Clara aku sadar bahwa aku gak sendirian. Masih ada orang lain yang meneror mantan istri kamu bahkan sampai menjebaknya. Dan satu bulan yang lalu aku akhirnya tau siapa orang itu dan mungkin dia juga dalang dibalik meninggalnya Clara. Jujur aja, Mas, aku gak mencari tahu penyebab meninggalnya Clara tapi aku yakin dia dibunuh."

Nanda kembali menjeda ucapannya untuk mengatur nafas. Dan hal itu membuat Mahasa tidak sabar untuk mendengar kelanjutannya.

Sedikit lagi, pelaku pembunuhan Clara akan menemui titik terang.

"Kasih tau saya siapa orangnya?"

"Orangnya adalah Tante Widya."

Miss Rempong Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang