51

1.8K 83 26
                                        

"Seokjin... Bangunlah. Aku mohon."

"Tolong jangan tinggalkan aku dengan cara seperti ini."

Suara itu terus terdengar oleh Seokjin selama beberapa waktu, memaksakannya untuk tersadar ketika ia mengingat suara siapa itu, mati-matian Seokjin berusaha untuk menjawab, namun anehnya ia tidak bisa menggerakkan tubuh, mulutnya bahkan terasa seperti terkunci.

"Aku ada aku disini, sayang. Aku tidak akan meninggalkanmu." Ucap Seokjin sekuat tenaga, tapi tetap saja suaranya tidak terdengar.

Akhirnya dengan menggerakkan semua tenaganya, Seokjin pun Berhad membuka matanya meski sedikit kesusahan. Perlahan ia menatap ke sekelilingnya, dan sedikit terkejut menemukan Yoora yang tertidur dengan kepala bersandar di sisi kanan ranjang.

Saking tidak percaya dengan pengelihatannya, Seokjin bahkan beberapa kali mengerjap-ngerjapkan matanya untuk meyakinkan diri.

Begitu yakin jika yang ada disampingnya itu benar Yoora, Seokjin lantas tersenyum tipis, sebelum menggerakkan tangannya untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah Yoora. Bertepatan dengan itu, pintu ruang rawat terbuka dan Ny Kim muncul dari sana.

Ibunya itu tampak begitu terkejut dan hendak berteriak memanggil dokter, Namun Seokjin langsung memberi isyarat untuk diam karena tidak ingin Yoora terbangun.

Untungnya Ny Kim langsung mengerti dan mendekat dengan langkah pelan. Ditatapnya sejenak putranya itu dari atas sampai ke bawah, lalu tersenyum lega ketika ia yakin jika ini bukan mimpi.

"Bagaimana dengan tubuhmu, nak? Apa ada bagian yang sakit?" Tanya Ny Kim sambil mengusap wajah putranya itu.

"Kepalaku hanya sedikit pusing, Eomma." Jawab seokjin pelan.

Diliriknya Yoora sejenak, memastikan wanita itu tidak terbangun oleh suara Seokjin. "Kenapa Yoora ada disini, Eomma?"

"Dia yang menelpon Eomma, memberitahu jika kau tertabrak mobil. Selama kau tidak sadar, Yoora selalu menyalahkan dirinya mengenai apa yang ng terjadi padamu."

"Tapi ini semua bukan salahnya, aku yang salah karena tidak berhati-hati saat menyebrang." Ucap Seokjin dengan pandangan menatap Yoora. Melihat bagaimana wanita itu berada disampingnya, membuat Seokjin sedikit takut jika ini hanyalah sebuah mimpi. "Ma, ini semua bukan mimpi kan?" Karena Seokjin takut jika ia akan terbangun dengan kekosongan lagi seperti yang sering ia alami.

"Ini semua bukan mimpi, jin. Yoora memang ada disini bersamamu. Dia jugalah yang menemanimu saat kau tak sadarkan diri selama seharian penuh."

Mendengar ucapan ibunya itu, Seokjin pun langsung mengernyit.

"Tunggu! Aku tidak sadar selama itu.?"

"Iya, itu karena kepalamu mengalami cedera ringan," ucap Ny Kim sambil mengerjapkan matanya pelan. "Eomma sangat bersyukur karena akhirnya kau sadar nak, melihatmu tak  sadarkan diri seperti kemarin, benar-benar seperti mimpi buruk bagi Eomma."

"Maaf sudah membuat kaliah khawatir."

Ny Kim mengangguk pelan meski air matanya masih perlahan menetes.

"Tidak perlu meminta maaf, nak. Yang penting sekarang pikirkan saja kesembuhanmu." Ia kemudian melirik ke arah Yoora yang masih tertidur pulas, tanpa terganggu sedikit pun dengan percakapan Ny Kim dan Seokjin. "Haruskah Eomma membangunkannya? Leher Yoora pasti akan sangat sakit ketika bangun nanti."

"Jangan, biarkan dulu Yoora disini Eomma."

Seokjin menatap Yoora dengan pandangan nanar nya, takut jika Yoora akan benar-benar pergi lagi nanti. Kemudian perlahan ia gerakkan tangannya untuk mengusap pelan puncak kepala Yoora. "Aku tidak mau dia pergi lagi setelah melihatku, ma."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 06, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FORCED MARRIAGE || KSJ [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang