Hadeuh, udah berapa purnama ya nggak update? 😩🥲
Ayo comment dan vote ya guys biar aku semangat terus buat nuliss 🙏🥹
-
RUNA
Sesuai rencana, malam ini Satya mengajakku pergi keluar. Dia tidak mau menyebutkan ke mana pastinya namun asumsiku kami akan dinner ke sebuah restoran untuk merayakan ulang tahunku minggu lalu.
"Kamu mau ngajak aku ke restoran mana, Sayang?" tanyaku begitu kami sudah di mobil. Ia sudah ganti baju setelah pulang kerja, mengenakan polo shirt biru tua dan celana denim slim-fit, sangat santai dibandingkan gaya berpakaiannya ke kantor. Sedangkan aku mengenakan dress semi-kasual berwarna hitam. Masih cukup sesuai just in case Satya mengajakku fine dining, tapi juga tidak berlebihan seandainya ia membawaku makan ke warung pecel lele—walaupun rasanya tidak mungkin.
Satya menoleh dan menyinggungkan senyum miring. "Yang bilang mau ke restoran siapa?"
Aku tertegun sejenak. Lantas dia mau mengajakku ke mana malam-malam begini? Nggak mungkin dong ke Dufan?
"Bentar lagi kamu tahu sendiri..." tambahnya.
Lima belas menit kemudian tanda tanya di benakku pun mulai terjawab. Kami sudah tiba di depan sebuah rumah bergaya klasik minimalis di daerah Senayan. Pagar dibuka perlahan oleh seorang petugas, aku pun menoleh ke arah Satya yang mulai membawa mobil ke dalam.
"Sayang, ini rumah siapa?" tanyaku sambil melihat ke sekeliling.
Bentar, bentar, jangan bilang ini rumah...
"Yuk, Mama Papa aku udah nunggu di dalam," ucapnya begitu memarkirkan mobil di carport.
Hah? Tuh kan!!!
"Kok nggak bilang kita mau ketemu Mama Papa kamu?!" pekikku karena mendadak panik.
Namun laki-laki di sebelahku ini malah nyengir tanpa rasa bersalah. "Kan kejutan! Kenapa sih kaget gitu? Kan kamu juga udah pernah ketemu mereka."
Spontan aku meninju lengannya karena gemas. "Ya kaget lah! Kan aku bisa nyiapin nyali dulu, Satya! Bisa dandan lebih bagus, bisa bawa makanan atau apa gitu—"
"It's okay. Mereka tahu kok ini kejutan buat kamu." Satya mengusap kepalaku. "Ayo! Mereka nggak sabar mau ketemu." Satya pun membuka pintu mobil dan turun. Tanpa bisa berkata apa-apa aku pun mengikutinya, sambil berusaha keras untuk menghilangkan grogi.
***
"Halo, Runa!" Kedua orang tua Satya menyambutku dengan ramah begitu membuka pintu. Jujur sikap mereka saat ini sedikit melunturkan segala rasa cemasku sebelumnya.
"Selamat ulang tahun ya, Runa!" lanjut mereka yang membuatku cukup terharu.
"Makasih banyak, Om, Tante..." Aku pun menyalami mereka dengan sopan. Setelah dipersilakan masuk, aku melangkahkan kaki ke arah ruang tengah sambil menggenggam tangan Satya dengan erat untuk menguatkan diri. Sejauh mata memandang, interior rumah ini terlihat begitu menarik. Aku bisa melihat banyak benda seni, tidak hanya lukisan atau wall decor, tapi juga berbagai pajangan unik baik di atas meja maupun di atas lantai. Sedikit mengingatkanku dengan apartemen mendiang Kate Spade yang sangat berkarakter. Kalau Tante Soraya adalah seorang pecinta parfum, aku yakin Mama Satya adalah seorang pecinta seni, dan juga kolektor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Runa
ChickLitSeorang Runa Hariadi seharusnya menjalani hidup dengan begitu mudah dan serba mewah. Namun sesuai dengan sifatnya yang lembut tapi rebel, ia justru mengambil jalan hidup yang lebih sulit. Runa memilih untuk bekerja di sebuah perusahaan fast-moving c...
