Sekumpulan pemuda memakai baju basket duduk lesehan di pinggir lapangan, masing-masing mereka menyeka keringat yang sudah membanjiri tubuh, terlihat jika para pemuda itu habis bermain basket.
"Hey delix,.. kau masih merajuk dengan apa yang aku katakan tadi.??" Ujar salah satu cowok berambut ikal,ia menyekah keringat menggunakan handuk.
Pemuda yang di panggil delix hanya menatap nya tidak suka,dia sudah melupakan nya tapi malah di ungkit jadinya dia teringat lagi.....
"Diam kau.!!" Hardik nya tidak suka.
"Dengan kau seperti itu,sangat nyata jika kau benar-benar cemburu teman..!!" Ujar nya di sertai tawa mengejek.
"Kenapa aku harus cemburu,Amora hanya gadis biasa dan dia juga bukan tipeku jadi hentikan omong kosong mu itu"
Haidar mengangguk paham namun tidak dengan senyum nya,senyum mengejek khas milik Haidar dan itu sukses membuat delix jengkel..
"Hentikan senyum menyebalkan mu itu, sialan!!" Ujar nya geram.
"Kenapa dengan mu.?? Aku hanya tersenyum saja apa salah.??" Jawab Haidar masih dengan senyum tengil.
"Sialan ini,aku akan menghajar mu" ujar delix langsung melintir kepala Haidar di bawa ketiak nya,yang lain hanya menatap seraya menggeleng sudah biasa jika kedua nya selalu bertengkar.
"Hey hey lepaskan aku delix" jerit Haidar dengan posisi berbaring dan kepala nya berada di ketiak delix.
Pergelutan itu cukup lama berjalan hingga suara haidar mengalihkan atensi mereka.
"Bukan nya itu Amora.?? Dengan siapa dia.?" Tanya Haidar seakan bertanya pada diri sendiri.
Mereka yang disana termasuk delix menatap kearah di tunjuk Haidar, dan benar saja terlihat amora sedang berbincang dengan seorang siswa,dengan sekali-kali tersenyum.
"Amora benar-benar manis saat tersenyum" ujar Haidar lagi,mata nya menatap ketiga teman nya yang menatap Amora di depan sana...
"Apa dia berkencan.??" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir delix, Haidar mendengar itu tersenyum.
"Aku rasa begitu, dilihat dari cara bicara nya mereka cukup dekat.!!" Sahut Haidar tak menghirau kan tatapan delix pada nya..
"Itu bukan nyaa murid baru di kelas kita ya.??" Tanya Haidar.
Darren menatap kedua nya dengan pandangan sulit di artikan..
"AMORA.!"
Ingin sekali delix memukul keras kepala Haidar,karna memanggil Amora tanpa instruksi dulu dari nya,sebab suara Haidar membuat telinga nya sakit.
"Kenapa kau memanggil nya sialan.!!" Desis delix tajam.
"Kalau aku tidak memanggil nya,maka akan menjadi penasaran dengan apa yang dia lakukan.!!" Jawab Haidar setengah menyindir dia pun berjalan menuju Amora yang berdiri seakan menunggu kedatangan mereka.
"Amora sedang apa kau disini.??" Tanya Haidar berbasa-basi setelah sudah ada di hadapan Amora.
Seperti biasa gadis itu terlihat gugup di depan mereka,sering Haidar bertanya pada diri nya sendiri kenapa reaksi Amora selalu seperti itu,apa lagi mata nya sering melirik Darren tau pun delix.
"Aku di tugas kan pak Amir untuk membawa nya berkeliling" jawab Amora setelah pergerakan tubuh nya normal.
"Itu kan bukan tugas mu.??" Tanya delix,yang lagi-lagi membuat Haidar bersorak di dalam hati.
"Kau kan murid baru juga,apa kau mengingat semua nya??" Zion menatap Jordy datar.
"Apa ada masalah jika dia yang membawa ku berkeliling.?? Mora juga sudah mengingat semua di sekolahan ini!!" Potong Jordy tak kalah datar.
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
