chap 09💐

6.3K 501 0
                                        

Mora duduk diam di kamar yang baru saja ia tepati,Mora mencoba mengingat kehidupan lalu apa pernah dia tinggal di sini,namun semakin ia menggali ingatan nya semakin tidak ada dia tinggal Di rumah delix,masalah perjodohan juga tidak pernah terjadi bahkan dia tidak tau jika orang tua delix berteman dengan mama nya...

Apa masa lalu dan masa sekarang sudah berubah??? Tapi mana mungkin!!!  Batin nya.

Dddrrrtttt dddrrrtttt

Lamunan Mora buyar saat mendengar suara hp nya,Mora menatap hp yang bergetar disana tertera nama sang kakak dengan cepat dia memencet icon hijau dan masuk kepanggilan video.

"Kakak" panggil Mora seraya keluar dari kamar menuju taman belakang.

"Gimana kabar mu??"

"Kurang baik!!" Jawab Mora cemberut.

"Apa yang terjadi?? Apa kau sakit??? Atau ada yang mengganggumu??" Tanya gadis itu bernada khawatir.

Mora tersenyum lebar mendengar kekhawatiran kakak nya.

"Tidak... Aku hanya kesepian,sedang kan kalian ada di sana tanpa ku"

"Maaf ya Mora karna kakak kamu jadi sendirian!" Ucap nya sesal.

"Tidak apa-apa kak, sekarang Mora ada di rumah bibi Amel" ucap Mora menghibur.

"Bibi Amel??"

"Iya... Teman mama Waktu itu"

"Yang memiliki anak laki-laki seumuran mu??" Tanya Mey dengan raut wajah terkejut,

Amora mengangguk,terlihat raut wajah Mey tidak senang.

"Kenapa Mora ke rumah bibi Amel?? Tinggal di rumah kita kan bisa,lagian di sana juga ada beberapa pelayan sebagai teman,kau tidak akan sendirian" terdengar suara Mey begitu tidak menyukai Amora tinggal disana.

"Mama yang menitip kan Mora kesini kak"

Mey mendengus kesal dia menyayang kan keputusan mama nya,menitip kan Mora pada keluarga yang baru Mora kenal meski mama nya berteman tapi Amora baru mengenal mereka...

"Kakak tidak perlu khawatir orang sini semua nya baik kak" hibur Mora lagi.

Mey percaya mereka baik tapi anak laki-laki nya apa bisa di jamin akan baik juga,secara melihat tampang Mora yang cantik dan imut dia takut anak lelaki bibi Amel malah berbuat yang tidak-tidak..

Namun Mora meyakin kan kakak nya agar tidak perlu khawatir hingga gadis itu mau tidak mau harus percaya,mereka cukup lama mengobrol sampai waktu semakin dingin,mereka pun mematikan panggilan Mora menghela nafas pelan setelah panggilan itu terputus.

"Belum tidur??"

Suara serak membuat Mora hampir menjatuh kan hp yang dia genggam,ia melihat orang di ambang pintu yang ternyata darren memakai baju serba hitam,dapat di lihat jika dia dari luar.

"Belum ngantuk" jawab Mora seadanya

"Tidur lah ini sudah malam,udara nya juga semakin dingin"

"Iya"

Mora tidak beranjak dari sana gadis itu malah duduk diam di tempat nya,ia masih ingin menikmati angin malam tidak lama ada pergerakan dari samping yang ternyata Darren ikut duduk di samping nya,wangi mint langsung masuk ke Indra penciuman Mora, seketika Mora mengingat masa lalu dimana dia sangat menyukai wangi pemuda itu,dengan cepat Mora membuka mata nya cepat setelah ingatan sebuah belati menancap sempurna pada jantung nya yang di sebab kan oleh orang di samping nya ini.

"Boleh aku bertanya??"

Mora menetral kan detak jantung nya bukan karna jatuh cinta tapi karna rasa takut begitu saja menyerang nya,Mora tidak menjawab tapi tidak di permasalahkan Darren diam nya mora ia anggap sebagai persetujuan.

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang