Mata indah dengan manik berwarna hitam kini terbuka secara perlahan,meski ruangan itu minim cahaya namun masih dapat ia lihat jika disana terdapat ruangan yang kumu dan kotor,dibeberapa bagian tembok nampak ada noda hitam juga lumut tak lupa bau anyir memenuhi ruangan itu.
Mata nya berkedip beberapa kali menetralkan rasa pusing juga sakit secara bersamaan di sekujur tubuhnya,kaki serta tangan terasa kaku dan mati rasa ia tidak tau sudah berada dimana,tapi dia tidak suka tempat nya sekarang...
Ia memegang kepala yang sakit tidak lama ada seperti cairan ditangan,mata indah itu terbelalak melihat darah segar memenuhi tangan mungil miliknya,seketika tubuh yang kaku bergetar hebat sekarang ia ingat beberapa waktu lalu dia mendapat kekerasan dari orang yang dia anggap kekasih...
Isak tangis serta ketakutan menggema diruangan gelap juga dingin,dia teramat takut jika harus berakhir di ruangan gelap itu.
"Kakak!!! Hiks hiks Mora takut" gumam gadis itu memeluk lututnya,sekujur tubuh gadis itu terdapat luka cambukan atau memar seperti pukulan,tak lupa wajah yg asal nya cantik kini penuh luka juga memar di mata.
Dia tidak ingat berapa lama dia di sini,namun dilihat dari keadaan nya bisa ia tebak jika dirinya sudah jalan beberapa hari.
"Kau sudah bangun rupanya?"
Suara berat nan dingin menusuk ditulang belulang gadis yang masih meringkuk,mendengar suara yang ia kenal gadis itu pun mendongak sorot mata hitam miliknya,terpancar sebuah harapan untuk di lepaskan namun bertemu dengan mata tajam dingin membuat harapan nya seakan sirna.
"Darren... Darren kau kesini mau melepaskan ku kan??" Ujar gadis itu bersusah payah merangkak mendekati pemuda bernama Darren.
"Heh" tawa remeh dari bibir pemuda itu menghentikan gerakan gadis lusuh didepannya.
"Apa yang kau pikirkan sekarang,saat melihat ku disini??" Sarkasnya "melepaskan mu?? Ahahahaha"
"Da-darren" gumam gadis itu melihat tawa menakutkan sang kekasih.
"4 hari lalu kau hampir saja membunuh bayi yang di kandung Xia, lalu sekarang aku harus melepaskan mu?? Hahaha Amora bukan kah mata harus di balas dengan mata??" Ujar nya menatap dingin Amora.
Amora tertegun melihat mata tajam menusuk milik Darren,apa yang harus dia katakan?? Jika bilang dirinya tidak tau apa-apa,bukan kah itu hanya terdengar sebagai alasan saja??
"Kau masih berpikir jika itu benar-benar aku??" Tanya Mora bergetar.
Rasa sakit di siksa tidak ada arti nya sekarang,karna sakit di uluh hati sudah menjadi prioritas,mata indah nya menatap dalam ke manik coklat milik darren,dari awal dia mencintai pemuda ini tidak terlintas jika sekarang dia harus merasa kan dingin nya ruangan kumu,dimana terdapat alat-alat penyiksa ia juga tidak percaya orang yang dia cintai,dia perjuangkan hingga menentang orang tua nya sekarang menjadi orang yang pertama menyuruh menyiksanya...
"Menurut mu kenapa kau bisa berada disini??" Tanya Darren dengan mata tetap menghinA.
"Apa kau pernah mencintai ku selama 10 tahun ini?" Tanya Mora seperti gumaman.
Sudah lama dia ingin menanyakan 1 kata itu,tapi dia selalu takut jika jawaban Darren membuat hati nya semakin hancur,namun hari ini pertanyaan itu keluar juga meski dia akan tau jawaban sesungguhnya tetap saja ia ingin mendengar dari bibir Darren sendiri.
"Tidak"
Jawaban dingin disertai mata yang tajam,membuat tubuh Mora bergetar bersama nafas yg tersengal,dia menyesal kenapa ia harus di buta kan oleh cinta tak terbalas kan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romantik"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
