chap 18🌴

4.3K 435 13
                                        

1 bulan kemudian

Selama itu antara Amora dan delix terus saja renggang,Amora yang menghindar sedang delix yang terus mencari kesempatan untuk berbicara,bukan hanya delix dan Darren yang Mora hindari tapi juga novi, Novia adalah sepupu delix jika dia terus bersama Novi besar kemungkinan mereka akan bertemu.

Begitu juga dengan Darren pemuda itu terus gencar ingin menemui Amora,setiap malam pemuda itu terus berdiri di depan gerbang mansion Anggara,dia sudah memantap kan hati jika dirinya mencintai Amora gadis manis bermata hitam itu.

Seperti sekarang Darren terus berdiri menatap jendela kamar Amora yang masih menyalah,bertanda jika gadis itu masih terjaga Darren tidak peduli dengan tubuh nya yang di guyur hujan, asal dia bisa bertemu Amora karna di sekolah gadis itu terus saja menghindari nya,bahkan Novi pun Mora hindari di benak nya masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Kenapa Amora menatap nya benci??

Kenapa Amora berubah??

Apa yang terjadi??

Seperti itu lah pertanyaan di benak nya setiap hari,mata coklat tajam itu terus menatap jendela kamar Amora meski tubuh nya menggigil kedinginan namun tak dia hirau kan.

"Tuan muda lebih baik anda pulang,nanti anda sakit??" Ucap seorang satpam menatap pemuda itu prihatin.

Darren tetap tidak bergeming jika malam ini dia tidak bertemu Amora,sudah di pastikan sampai kapan pun gadis itu tidak akan bisa dia temui.

Satpam itu hanya menghela nafas seraya menjauh dari pemuda itu, "anak jaman sekarang ada-ada saja" gumam sang satpam.

Satpam yang bernama Yudi memilih untuk masuk kedalam ingin memberi tau sang majikan jika ada anak muda hujan-hujanan di luar.

"Permisi non" sapah pak Yudi pada seorang gadis yang sedang membaca di ruang dapur.

"Iya, ada apa pak??" Tanya nya melepas kacamata.

"Itu di luar ada tuan Darren" jawab pak Yudi.

"Darren?"

"Iya non,dia sudah berdiri di luar selama 3 jam,tadi saya suruh masuk tapi dia tidak mau" jelas pak Yudi.

Gadis itu meletak kan kacamata nya lalu mengintip dari jendela,memang benar di sana sudah ada Darren dengan wajah pucat nya.

"Apa yang dia lakukan??" Gumam nya bingung.

"Mora ada apa??"

Mora menoleh kebelakang ia melihat sang mama menatap nya bertanya.

"Tidak ada apa-apa ma" ucap murah menutup tirai cepat.

Hanin melangkah mendekati Mora,melihat gelagat Mora yang mencurigakan membuat Hanin semakin penasaran,wanita itu ikut mengintip mata nya melebar melihat sosok di luar sana.

"Mora itu Darren kan??" Tanya Hanin

Mora tidak menjawab dia hanya mengangguk pelan.

"Kenapa tidak Mora suruh masuk,kasihan anak orang" ucap Hanin cemas.

"Ma biarkan saja,itu keinginan dia sendiri" ujar Mora malas.

"Mora... Kamu tidak boleh bicara seperti itu,mama tidak pernah mengajari mu untuk bersikap tidak sopan,,, sekarang temui dia suruh masuk nanti sakit" suruh Hanin tegas.

"Tapi ma"

"Mora!"

Mora menarik nafas kasar lalu mengambil payung dan keluar rumah,dia menatap Darren tajam dia tidak menyangka jika pemuda ini melakukan hal konyol seperti sekarang.

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang