chap 58🖤

1.8K 108 3
                                        

Braakk

"Apa ini?? Kau bilang kau akan membantu tapi kenapa malah menjadi seperti ini??" Teriak seorang pemuda setelah menaruh hp dengan keras.

Laki-laki yang sedari tadi mengotak Atik laptop nya kini berpaling melihat pemuda itu,ia melirik hp yg menayangkan sebuah video di sana...

"Sebenarnya kenapa menjadi seperti ini??" Gumam nya resah gelisah, "bukan nya waktu itu aku menyuruh mu mencari skandal orang itu? Kenapa sampai sekarang belum ada?? Apa kemampuan mu sudah tak berguna??" Tanya pemuda itu emosi.

Orang itu menatap datar kearah pemuda yang masih terlihat kesal.

"Kau pikir mencari skandal orang itu mudah? Kau tidak lupa kan jika dia adalah orang terpengaruh di negara ini,tingkat kesulitan nya di atas rata-rata jadi kau harus bersabar" ucap nya dingin.

"Sabar?? Kau bilang sabar? Kau tidak tau bagaimana sulit nya dia menanggung semua nya,dan kau tidak akan pernah tau"

"Aku memang tidak tau apa yang dia lalui tapi semua nya butuh waktu Jordy" tekan orang itu.

"Aaarrgghh" teriak Jordy kesal.

Beberapa hari ini ia tak bisa bertemu Amora,karna sang ayah terus saja menghalangi nya ia yakin gadis itu dalam kesulitan,tidak ada orang di samping gadis itu saat itu.

Apa dia di bully lagi??

Lalu siapa yang akan melindunginya??

Dia sedang apa sekarang??

Itu pertanyaan yang sering ia lontar kan,pergerakan nya benar-benar terbatas karna ayah nya itu bahkan dia keluar rumah pun ada pengawal yang mengikuti ya,jadi ia harus bagaimana bertemu dengan amora? Rumah gadis itu pun sangat sepi hanya beberapa penjaga saja...

"Aku sudah mengumpulkan semua nya waktu itu, tapi laptop ku di retas oleh pihak mereka dan untungnya identitas ku tidak terbongkar" ucap pemuda berambut silver itu.

Jordy menoleh menatap orang itu ia nampak berpikir keras "kau bilang mereka meretas akses mu??"

"Iya"

"Siapa yang bisa melakukan itu??"

Orang itu menghela nafas mendengar pertanyaan bodoh nya "mereka memiliki koneksi yang besar"

"Iya aku tau,,, tapi bagaimana bisa mereka melakukan itu?? Bukan kah kau melakukan nya secara diam-diam" ujar nya berpikir,orang itu pun mulai memikirkan ucapan Jordy.

"Ini pasti ulah noah" gumam nya.

"Siapa noah??"

"Pengawal tuan menteri,sekaligus teman sekolah ku dulu"

🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️

Waktu pun berlalu setengah bulan dan sidang Anggara sudah berjalan yang ke 3 kali,namun sidang itu sudah di tetapkan jika Anggara bersalah tanpa pembelaan atas kurangnya bukti,dan pria itu di vonis penjara selama 20 tahun membuat anak dan istri nya menangis histeris.

Sedangkan Amora masih harus menanggung perundungan dari sekolahnya,banyak para murid dan guru merendahkan nya bahkan ia juga mendapat Bullyan,hanya ada beberapa murid yang membela nya termasuk Novi juga yang lain.

Jordy sendiri terus membela Amora walau tak di ketahui Amora sendiri,ia tau Amora masih marah pada nya apa lagi sang ayah bersikeras menyudutkan papa Amora,sering kali Amora pulang dalam keadaan seragam kotor atau tidak muka yang lebam.

Seperti sekarang gadis itu memiliki luka di dahi,bibir juga pipi akibat di bully,seragam yang awal nya rapih kini menjadi berantakan dan Kumal,Amora tidak berani pulang karna pasti membuat ibu dan kakak nya khawatir,jadinya ia pergi ke villa tempat Zion di rawat itu pun milik Darren....

Gadis itu memasuki villa itu dengan berjalan gontai,ia melihat villa itu tampak sepi ia yakin jika zean tidak ada di tempat,ia tau sejak Zion koma zean keluar bekerja bahkan ia tidak sekolah lagi,ia juga tidak tau pekerjaan apa yang di lakukan pemuda itu...

Amora masuk ke salah satu kamar tamu di lantai 2,di villa ini tidak ada pelayan karna mereka menghindari mata-mata dari papa Zion,jika dia tau keberadaan si kembar sudah pasti mereka akan di seret juga di siksa lagi.

Amora melepas seragam kotor nya dan menyisahkan tangtop hitam,di tubuh putih nya ada beberapa bekas lebam di perut punggung dan bahu,itu adalah bukti pembully'an yang ia terima tanpa di ketahui keluarga nya.

Braak

Pintu kamar nya terbuka Amora tak menoleh karna ia tau siapa yang bisa melakukan itu,ia terus membersihkan luka di dahi nya tak menghiraukan orang di ambang pintu.

"Amora!! Kau baik-baik saja kan??" Tanya orang itu mendekat,tubuh nya menegang melihat beberapa luka di tubuh gadis itu.

"Maafkan aku" ucap nya penuh sesal.

"Buat apa kau minta maaf? Ini bukan salahmu" jawab gadis itu tetap dengan posisi nya.

"Aku sudah berjanji untuk melindungi mu, tapi hari ini aku merasa sangat gagal" ucap nya lagi.

Amora menghela nafas lelah,rasa sakit di sekujur tubuh nya sama sekali tak terasa,malah sakit di hati nya lah yang membuat tubuh nya semakin rapuh..

"Aku tidak butuh" ucap Amora bergetar,sedari tadi ia menahan emosi ingin menangis, meski di rundung dia hanya diam saja agar orang lain tak melihat kelemahan nya,tapi sekarang ia tidak bisa menahan nya lagi...

"Aku tidak tau sampai kapan aku bisa bertahan??? Aku sudah kehabisan cara untuk menolong keluarga ku tapi percuma,,, sedangkan mereka seenaknya merundung ku,mengatai keluarga ku tanpa tahu kebenarannya" keluh Amora menangis ia tidak bisa bertahan lagi.

"Aku harus apa lagi??" Tanya Amora menoleh pada orang itu sambil menangis.

Orang itu mendekat duduk di samping Amora,ia memeluk tubuh mungil gadis itu erat ia tau perasaan Amora sekarang,ia juga terus berusaha mencari cara untuk menyelamatkan keluarga gadis ini.

"Amora aku yakin kamu bisa melewati semua nya, dan aku akan tetap mencari cara untuk memperbaiki nama baik keluarga mu,,, dan aku mohon, kamu harus bertahan sampai hari itu tiba" ucap nya sambil mencium tangan Amora lembut.

Mata mereka saling mengunci seakan berbagi perasaan,entah siapa yang mulai kedua nya berciuman dengan lembut,seakan membagi kehangatan di setiap masing-masing mereka, hingga hal tak terduga pun terjadi...

Sedang kan di tempat yang sama tapi di ruangan berbeda,sosok tubuh yang berbaring dengan waktu yang cukup lama, jari panjang nya bergerak sedikit demi sedikit di sertai mata yg lama terpejam kini mulai membuka.

"A-amora"

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang