chap 14💐

5.2K 403 6
                                        

Amora mengernyit risih berulang kali dia menarik nafas lelah,ia juga terus menahan diri agar tetap sabar dan fokus pada buku yang ia baca,sering kali terdengar helaan nafas keluar dari mulut nya di dahi mulus Amora juga keluar bulir-bulir keringat,Amora bergerak tidak nyaman sekarang ia terus merubah letak duduk mencari kenyamanan,sedari masuk sekolah sampai istirahat dia sangat-sangat risih...

"Apa yang kau lakukan gadis bodoh??" Tanya Amora mulai kesal pada gadis di hadapan nya yang terus menatap nya.

Seorang gadis tanpa kedip menatap berbinar kearah nya,benar-benar tidak nyaman bagi Mora sudah ia peringatkan namun tetap saja gadis itu menatap nya berbinar.

"Amora... Aku sudah sering menanyakan ini padamu,tapi kau tetap saja menutupi nya sebenarnya kau takut apa?? Takut tersebar atau takut di ketahui orang?? Tidak mungkin kan?? Tapi saat aku bertanya kau selalu menjawab,jawaban yang sama, sebenarnya kenapa kau begitu menutupi nya?? Padahal aku teman mu loh" ujar gadis itu panjang lebar.

Amora semakin mengernyit mendengar perkataan gadis yang bukan lain adalah Novi, gadis cupu yang cerewet...

Mora meletakkan buku yang dia pegang dan beralih menatap Novi di depan nya...
"pertanyaan apa yang kau maksud??"

Novi membenarkan letak duduk sejenak lalu menatap dalam mata hitam amora.

"Katakan... Kau memiliki hubungan spesial dengan delix kan??"

"Menurutmu??" Tanya Mora setelah sekian lama terdiam.

"Menurut ku... Kalian memang memiliki hubungan lebih dari teman,terlihat dari delix menatap mu dan tadi kalian berangkat bersama lagi dengan posisi kau memeluk nya,,, hey siapa yang percaya jika kau jawab kalau kalian tidak ada hubungan apa-apa?? Itu jawaban yang konyol Mora!!"

Amora memijit pangkal hidung dimana kepala nya terasa pening,dia sudah menjelaskan kepada Novi namun gadis itu sama sekali tidak percaya.

"Jika menurut mu begitu maka seperti itu lah hubungan kami" jawab Amora beranjak dari duduk nya lalu keluar dari perpus..

"Hanya itu jawaban mu??"

"Kau berharap aku menjawab apa??" Tanya Amora bingung.

"Jawaban mu tidak memuaskan Mora" keluh novi.

"Nov... Buat apa aku menjelaskan kau juga tidak akan percaya... Jadi kau simpulkan saja sendiri oleh otak mu itu" ucap Mora jengah.

Kedua gadis itu berjalan keluar perpus terus dengan debatan mereka,Mora juga menyesal kenapa tadi dia mau ikut delix berangkat,namun jika dia terus menolak mamah delix akan curiga pada nya jadi dengan terpaksa dia harus ikut.

"Nov memangnya kau tidak tau??" Tanya Mora pada Novi.

"Tentang apa??"

Mora terdiam menimang apa dia harus mengatakan yang sebenar nya.

"Mora!!"

"Lupakan"

"Hah... Hey apa maksud dengan kata lupakan??" Tanya Novi semakin penasaran.
"Kau menyembunyikan sesuatukan dari ku??"

"Tidak"

"Bohong... Mana mungkin kau tidak ada sesuatu yang di sembunyikan" cecar nya.

"Tidak ada Novi"

"Kau-

"Hay kita ketemu lagi!" Suara ceria dari seorang lelaki memotong ucapan Novi.

Mora menoleh pada sumber suara dimana seorang pemuda dengan Rambut sedikit gondrong di ikat,penampilan juga agak berantakan dengan tindik di telinga kiri nya terlihat nakal dan berandalan.

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang