chap 50🐕

2.2K 185 61
                                        

Hari menjelang pagi sinar matahari masuk ke selah-selah gorden berwarna peach, secercah cahaya matahari menyapu lembut pada wajah cantik seorang gadis,yang masih berbaring di atas kasur meski matahari sudah bersinar namun tak dapat membangkitkan semangat sang gadis,mata sayu dengan hitam di kantung mata nya dan rambut berantakan.

Amora, yaah gadis itu adalah Amora ia menatap langit-langit kamar nya dengan sorot mata kosong,sudah 30 menit ia bengong wajah nya tampak lelah seakan diri nya kurang tidur.

Benar,,, selepas adegan ciuman bersama Jordy dirinya tak dapat tidur,hingga pagi entah kenapa ia merasakan berbeda saat melakukan itu bersama Jordy.

Gerakan lembut dan nafas hangat Jordy seperti sebuah hipnotis agar ia menikmati,dan sial nya dia membalas ciuman itu hingga cukup panas...

"Aarrrgghh" jerit Mora membenam kan wajah nya ke bantal.

"Ini gila!!" Gumamnya dengan rona merah di wajah.

"Amora bangun lah, di depan sudah ada Jordy" suara Mey disertai ketukan terdengar jelas,Mora mendengar nama Jordy tanpa sadar bangkit dari kasur.

"Jordy??" Ucapnya pelan.

"Bersiap lah,nanti terlambat kasian Jordy sudah menunggu" setelah itu terdengar langkah kaki menjauh yang arti nya Mey sudah pergi.

"Hhuuhh... Apa yang harus aku lakukan??" Gumam Mora seraya menutup wajahnya,ia bingung harus berbuat apa karna sangat canggung jika bertemu Jordy sekarang....

Tidak beda jauh dengan Amora Jordy juga merasakan kecanggungan,berulang kali dia menatap lantai atas dengan gelisah,wajah tampan nya terlihat cemas serta bingung.

Cemas nanti Mora membencinya,serta bingung apa yang harus dia katakan kepada gadis itu.

Apa yang harus aku katakan?? Atau aku bilang saja jika itu tidak sengaja?? tidak mungkin di lihat bagaimana pun itu bukan sebuah kesengajaan...

Apa aku harus bilang kalau bibir nya sangat menggoda,sampai aku tidak bisa menahan untuk tidak menciumnya?!
Aahh itu terdengar seperti orang cabul...

Lalu ekspresi apa yang harus aku perlihat kan??

Jordy bergerak gelisah di tempat duduk memikirkan hal apa yang harus ia katakan.

"Kamu sudah sarapan Jo??" Tanya Hanin mama Mora.

"Be-belum bi!"

"Ya sudah kemari lah, ayo kita sarapan sama-sama" ajaknya lagi.

Pemuda itu duduk disalah satu kursi makan,tepat dihadapan Meysya yang sibuk mengotak-atik hp nya...

"Pagi semuanya"

"Frruuupp"

Ketiga perempuan itu tercengang menatap pemuda yang sedang batuk,Jordy memukul dada nya karna sesak seakan susu hangat yang ia minum memenuhi rongga dada nya.

"Jordy ada apa??" Seruh Mora berlari menghampiri nya.

Dengan sigap gadis itu memijit tengkuk leher Jordy,tidak lama pemuda itu sudah mulai membaik...

"Sudah baikan?" Tanya Hanin.

"I-iya bi"

"Mora jangan muncul dengan tiba-tiba,lihat Jordy kaget sampai tersedak" tegur Hanin pada si bungsu

"Maaf ma,,, maafin aku Jo" ucap Mora penuh sesal.

"Hehe aku baik-baik saja"

🐕🐕🐕🐕🐕

Apa itu serius??

Iya benar,ini serius...

Mora yang itu kan??

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang