"DARREN... AKU MENYUKAI DARREN,,, PUAAAS??"
waktu seakan berhenti setelah jeritan gadis cantik itu,kesunyian menyelimuti kamar seketika nafas gadis itu tersengal akibat emosi serta kesedihan yang bercampur.
Mata hitam nya berkaca-kaca dalam sekejam dada nya sesak,hati nya sakit, di depan pintu tertutup rapat, sosok tinggi tegap menatap nya terpaku,mata tajam yang dingin kini terpancar rasa tak percaya menatap ke arah nya.
"Kau sudah mendengar nya kan?? Sekarang keluar dari kamar ku!!" Pinta nya berbalik membelakangi.
Pemuda itu menelan ludah terdapat rasa sakit kala air liur melewati tenggorokan,hati,pikiran dan dada nya kini seakan sesak dan nyeri...
"Kenapa harus Darren??? Kenapa harus dia,orang yang kamu sukai?" Tanya nya meyakinkan.
"Apa aku salah menyukai nya?"
"Kalau kau menyukai orang lain, mungkin aku akan menerima nya tapi ini Darren?? Aku tidak menerimanya Mora,aku tidak suka!!" Ujar pemuda itu menaikkan satu nada suara nya.
"Apa urusan nya dengan mu, aku menyukai siapa pun itu bukan hak mu!"
Jordy melangkah mendekati tubuh Mora yang masih membelakanginya,semakin dekat wangi lavender semakin tercium di Indra penciuman nya.
"Kau tidak bisa seperti ini Mora" ucapnya semakin dekat "apa aku kurang buat mu?? Apa aku tidak cukup sebagai pendamping mu?" Cecar Jordy yang semakin mendekat,Amora tak menjawab gadis itu sibuk menata hati nya yang berkeping-keping.
Mana mungkin dia menerima begitu saja keputusan Amora,ia sudah melewati 2 kehidupan cuma untuk mengejar cinta Amora,tapi kenapa di 2 kehidupan dia harus kehilangan lagi?
Ia tidak berniat untuk melepaskan gadis itu lagi,meski bagaimana pun cara nya ia ingin memiliki Amora walau bersaing sekali pun.
Tinggal 2 langkah lagi ia berada di belakang Amora,ia menatap leher jenjang Amora yang putih mulus wangi lavender terus keluar dari leher mulus itu.
Jordy meraih pundak Amora lalu membalikkan tubuh gadis itu,terlihat wajah Amora nampak sedih dan tertekan seakan ada sesuatu yang mengusik kenyamanan Mora.
"Mora,,, aku tau kau tidak akan muda menyukai seseorang apa lagi Darren,karna aku yakin kau tak akan mungkin jatuh hati pada nya,,, kau tidak perlu memaksakan diri cuma untuk membuat ku pergi" ucap Jordy lembut.
"Aku tidak akan pergi dari mu,,, sampai kapan pun aku akan mendapatkan mu, karna aku mencintai mu!! Jangan berpikir untuk menyuruh ku pergi dengan dalih mencintai Darren" sambungnya mengelus pipi Amora.
Amora mundur kebelakang sembari menggeleng ribut.
"Tidak,,, tidak,, jangan mencintai ku jordy, aku tidak ingin kau mencintai ku,,, pergi lah, carilah kebahagiaan mu karna aku bukan orang yang tepat untuk mu,, hiks hiks" tangis Amora sesegukan.
Reaksi Amora benar-benar membuat Jordy bingung,ia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan Amora.
"Bukan nya kau juga menyukai ku?" Tanya Jordy.
Amora seakan enggan menjawab dia hanya bisa menangis dan menggeleng.
"Kau mencintaiku juga kan Amora,,, dengan apa yang kita lakukan selama ini hingga berciuman,itu arti nya kau mencintai ku kan?" Ucap Jordy menyudut kan.
Sekali lagi Amora tidak menjawab ia hanya menggigit bibir nya keras,air mata gadis itu semakin deras Jordy yang melihat pun di buat bingung.
"Aku tidak pantas untuk mu,,, PERGILAH JORDY!!" Jerit Amora keras untung saja kamar nya kedap suara,sekeras apa pun ia berteriak maka tak akan ada yang mendengar.
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
