"Jordy, sedang apa kau disini??" Tanya Mora langsung berdiri melihat pemuda itu sudah berada disana.
"Apa kau merasa terganggu dengan kehadiran ku?" Tanyanya balik.
"Bukan begitu...
"Ini bukan waktu nya untuk kau cemburu tuan muda Geraldine" peringat Darren.
Jordy menatap Darren dengan mata menusuk,dia tidak akan pernah suka dengan pria ini...
"Bagaimana keadaan Zion??" Ujar Mora mencairkan suasana tegang itu.
"Dia belum sadar tapi dokter bilang dia sudah melewatkan masa kritis nya" ungkap Jordy menghela nafas, ia memakaikan jaket milik nya ke tubuh Mora karna gadis itu memakai drees yang lumayan tipis
"Udara nya dingin nanti kau sakit" ucap nya lembut.
"Em"
Darren membuang muka kesamping melihat wajah tersenyum Mora,hati nya nyerih di kehidupan lalu dia sering mendapat senyuman itu,tapi sekarang jangan kan senyum kata lembut pun tidak dia terima,sekilas rasa menyesal memenuhi rongga dada nya.
"Tadi kau bilang ingin membantu kan?" Tanya Darren setelah menetralkan perasaan.
"Ah iya... Apa maksudmu meminta bantuan darimu?" Ujar Mora meminta penjelasan.
Jordy mengelus rambut Mora lembut seraya tersenyum dan itu membuat Darren muak.
"Brahmana seorang menteri dengan Reputasi yang bagus, dan tak hayal dia juga memiliki koneksi yang besar pasti banyak pendukung di belakang nya, tapi meski dia berjaya di bidang nya namun tidak di pungkiri kalau dia juga memiliki skandal" jelas Jordy.
"Lalu?"
"Lalu kita akan memanfaat kan celah itu untuk menumbang kan nya" jawab Jordy.
"Itu tidak akan mudah,semua pejabat di negara ini memiliki penjagaan yang sulit kita bobol" sahut Darren.
" Iya... Apa lagi dia seorang menteri besar kemungkinan dia sudah menebak konsekuensinya" timpal Mora.
Senyum manis terbit di bibir pemuda kulit sawo matang itu,ia mengelus pipi Mora sayang...
"Nanti kau akan tau" ucap Jordy dengan tangan masih berada di pipi mora.
🐇🐇🐇🐇
Seorang pria duduk dengan kaki bersilang arogan,wajah tampan dengan rambut berwarna silver Dan telinga memakai tindik,siapa pun yang melihat pasti akan berkata jika dia adalah seorang aktor dengan di lihat dari wajah Eropa nya,namun sangat berbanding terbalik dengan kelakuan nya yang terlihat tengil.
Sudah setengah jam ia menatap seorang gadis manis di depan nya dengan mata berbinar,juga bibir terukir senyum manis ia sama sekali tak menghiraukan 2 pasang mata menatapnya tajam disana.
"Kami datang kesini untuk meminta bantuan mu!" Ucap pemuda bermata hitam itu.
"Bantuan apa?" Tanya nya tak lepas dari gadis itu.
"Bisakah kau bicara sambil menatap ku?" Ujar pemuda itu bernada kesal.
"Kenapa aku harus menatap mu?? Aku masih suka dengan perempuan, jangan paksa aku menyukai laki-laki" jawab nya lagi.
"Jaga mata mu dari Amora, THOMAS" geram pria yang bukan lain adalah Jordy.
"Aaa jadi nama gadis manis ini Amora" ujar nya tak menghiraukan kekesalan Jordy...
"Apa kau sudah memiliki kekasih Amora??" Sambungnya tersenyum manis.
"Be-belum" jawab Mora ngeri-ngeri sedap, apa lagi melihat wajah Jordy dan Darren sudah tidak enak di lihat,berulang kali dia melirik kedua nya namun pemuda bernama Thomas itu seakan tak terusik.
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
