Eenghhu
"Zi-zion"
Pemuda yang mulai membuka mata itu menoleh saat mendengar suara bergetar dari seorang perempuan.
"Amora!!"
Gadis yg bukan lain adalah Amora kini menangis keras,melihat Zion sudah sadar.
"A-amora kenapa menangis??" Tanya Zion bingung.
"Aku mohon Zion,,, aku mohon jangan lakukan itu!!" Tangis Mora,ia menunduk dalam, air mata mengalir deras di pipi gadis itu, mata indah nya memerah bertanda jika ia sudah menangis cukup lama.
Zion tertegun mendengar suara memelas dari Amora yg masih menunduk di hadapan nya.
"Aku sudah melakukan semua nya sampai saat ini,,, untuk merubah hidupku,keluargaku sampai kehidupan mu dan zean,,, aku melakukan segalanya tanpa memikirkan hal apa yang aku terima,tapi kau menyia-nyiakan hidup mu tak memikirkan bagaimana perasaan ku saat itu,,, aku mohon Zion hidup lah seperti yang kamu ingin kan" sarkas Amora menatap Zion dengan derai air mata.
"Jangan membuat ku merasa bersalah,,, aku tak sanggup menanggung semua nya hiks hiks" tangisan Amora kembali pecah sembari mencengkram kerah baju pasien milik Zion.
"Hiks hiks aku mohon pada mu, hidup lah dengan damai hiks hiks" mohon Amora sekali lagi.
Keterdiaman Zion tak membuat tangisan Amora mereda,pemuda itu masih mematung mencernah apa yang di katakan Amora,ia sama sekali tidak mengerti...
"Apa maksud mu Mora??" Tanya Zion kemudian sekian lama terdiam. "Apa yang kau katakan?" Ulang Zion penuh kebingungan.
Namun tak ada sahutan dari gadis itu,hanya suara tangisan yang semakin menjadi.
Ceklek
Pintu ruangan itu terbuka menampakan tubuh tegap Jordy, pemuda itu menatap Amora dengan raut wajah yang tak bisa di mengerti oleh zion.
"Ah Jordy,,, amora mengatakan sesuatu yang aneh,apa dia sangat syok atas kejadian tadi sehingga dia bicara hal yang tidak ku mengerti" ucap Zion masih dengan kebingungan.
Jordy tidak menjawab namun ia berjalan mendekati Amora yang masih menangis.
Gadis itu mendongak saat merasakan usapan lembut di bahu nya,mata hitam jernih milik nya nampak memerah dengan kelompok mata membengkak akibat menangis.
"Berhentilah menangis,,, Zion sudah tidak apa-apa" hibur Jordy lembut seraya mengusap pipi Amora.
"Aku takut" lirih Mora.
"Syuutt" Jordy memeluk gadis itu erat.
Sedang kan Zion tidak mengerti apapun,padahal tadi dia bertanya pada Jordy tentang ucapan Mora namun pria itu sama sekali tak menjawab.
"Ada apa dengan Mora Jordy? Kenapa dia ketakutan seperti itu?" Tanya Zion sekali lagi.
"Kau tidak mengerti juga,kenapa dia ketakutan seperti ini?" Ujar Jordy datar,Zion mendengar itu hanya tercengang tak mengerti.
"Kau pikir tindakan mu yang terjun dari lantai 4 itu keren???,,, Tidak sama sekali malah itu terlihat bodoh" ucap Jordy masih memeluk Mora yang masih terisak.
Zion terdiam tak bisa menjawab jujur ia tidak tau harus menjawab apa.
"Amora hampir ikut terjun bersama mu jika tidak kami tahan,,, itu karna siapa?? Dia menangis,ketakutan bahkan gemetar seperti ini juga karna siapa??? Itu semua karna kau??" Hardik Jordy geram,mengingat kebodohan Zion hingga hampir Amora mengikuti nya terjun,ingin sekali ia menghajar pemuda itu.
"Aku-
"Apa yang dilakukan Amora selama ini semua demi kau dan keluarga nya" gumam Jordy menunduk menatap Amora yg sudah berhenti menangis,namun gadis itu hanya diam menatap kosong kearah lain.
"Maksudnya?"
Jordy menatap lurus Zion yg menatap penasaran.
"Mungkin ini terdengar mustahil bagi mu tapi bagi ku dan Amora ini benar-benar terjadi,sampai kami tidak bisa menggambarkan semua nya" jelas Jordy menghela nafas.
Zion mengernyit, ia semakin tidak sabaran dengan penjelasan Jordy.
"Apa kau pernah mendengar kisah 'kembali ke masa lalu?" Tanya Jordy lagi.
"Aku pernah mendengar tentang transmigrasi tapi bagi ku itu hanya omong kosong dan cerita klise" jawab Zion.
"Tidak,,, itu semua nya ada,,, salah satu nya aku dan Amora"
"Apa yg kau katakan?"
"Amora dan aku,,,,, kembali dari masa depan"
"Apa?" Zion tercengang mendengar pengakuan Jordy,bagi nya itu sangat lah asing di telinga.
"Sebentar!!" Tahan Zion tidak percaya ia menunduk memikirkan nya sekali lagi.
"Kau bilang apa?? Kembali dari masa depan?? Hah? Kalian??" Tanya Zion beruntun ini benar-benar tidak bisa ia percaya.
Jordy tidak menjawab ia hanya memenangkan Amora yg kembali menangis,ia tau jika penjelasan nya tidak akan bisa di percaya oleh orang seperti Zion.
"Di masa depan Amora akan meninggal di umur 25 tahun,keluarga nya juga terbunuh kakak nya Amora mati tanpa jasad,,, sedangkan kau harus nya sudah meninggal di tahun ini" ungkap Jordy membuat tubuh Amora bergetar.
Ia takut ingatan itu terulang lagi,Amora tidak mau mendengar masa-masa sulit nya dimana ia berjuang untuk bertahan hidup,mempertahan kan kewarasan di selah penderitaan.
"A-apa?!" Wajah Zion pucat pias.
"Sejauh ini Amora melawan takdir agar kejadian masa depan tidak terulang,termasuk menyelamatkan mu dari ayah mu,,, karna di masa itu kau mati di siksa" sambung Jordy ia menatap Amora yg sudah menggeleng menyuruh nya untuk berhenti.
"I-itu tidak benar kan??" Gumam Zion tak percaya.
Jordy menatap pemuda itu dalam diam,ia mengerti jika Zion tak percaya karna mau bagaimana pun itu memang mustahil,tapi jika di bilang mereka hanya bermimpi tidak mungkin senyata itu,jadi kesimpulan yg dapat ia lakukan adalah reinkarnasi atau kembali kemasa lalu...
"Kami tidak punya waktu untuk bercanda dengan mu atau membuat lelucon,,, mau kau percaya atau tidak itu bukan lah masalah buat kami" ucap Jordy mengelus rambut Mora.
"Ayo kita pulang" ajak Jordy pada Mora.
"Ta-tapi zion-
"Dia sudah tidak apa-apa,,, kau tidak perlu memikirkan nya lagi,dia sudah dewasa" ujar Jordy tegas,ia tidak ingin Amora memikirkan orang lain lalu mengabaikan diri sendiri.
"Jordy,,, zi-zion dia-
"Amora hentikan!!!" Cegah Jordy sedikit keras, "kau tidak perlu memikirkan orang yg menganggap mu aneh,kau hanya perlu memikirkan dirimu sendiri,,, kehidupan mereka bukan tanggung jawab mu" jelas Jordy lagi.
Amora tertegun apa yg di katakan Jordy benar,dia hanya perlu memikirkan dirinya dan keluarga soal orang lain,apa perlu dia seperti ini???
Gadis itu melirik Zion yg hanya terdiam entah apa yg di pikirkan pemuda itu,sama sekali tak di mengerti oleh Amora.
"Iya, kau benar!!!" Lirih Amora.
"Ayo kita pulang"
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
