chap 06🥀

8.4K 622 2
                                        

Langit malam terlihat gelap dan dingin menanda kan jika akan turun hujan,amora menutup pintu balkon saat angin sudah mulai kencang dan beralih ke kasur menenggelam kan tubuh mungil nya disana,selimut tebal tidak menutupi rasa dingin nya berulang kali dia mengusap tangan nya agar hangat.

"Kenapa udara nya semakin dingin.??" Gerutu amora.

Dia juga sangat kesal sejak pulang sekolah dia tidak melihat kakaknya,padahal dia mau bercerita tentang sekolah hari ini tapi malah di tinggal dinas.

"Amora... Turun sayang ini ada teman mama" teriak Hanin mama Amora dari luar.

"Itu kan teman mama kenapa aku harus keluar" dumel Amora malas.

Ia membuka lemari baju nya dan mengambil switer tebal berwarna hitam,dan tak lupa celana panjang biasa meski penampilan nya biasa saja namun terlihat sangat imut.

Ia keluar dari kamar nya setelah mengumpulkan niat,mora menuruni tangga sambil mencepol rambut asal.

"Ya ampun Amora,baju apa yang kamu pakai" pekik sang mama dari Ara sofa,Amora yang mendengar itu sontak melihat kearah mama nya.

Mata gadis itu melebar melihat tamu sang mama,yang di mana pasangan suami istri beserta 2 pemuda tampan menatap nya tak kalah kaget nya...

"Amora kenapa kamu memakai baju seperti itu!!" Tegur sang mamah.

Amora tersadar dari keterkejutan nya dan hanya menampilkan cengiran "dingin mah,"

Hanin hanya menggeleng melihat kelakuan anak nya,sedang Amora saling tatap dengan kedua pemuda disana.

"Ayo sini...  Kenalan sama anak bibi amel" ucap mama nya menarik Amora ke ruang tamu.

"Ya ampun amora kamu cantik sekali"

"Terima kasih bibi Amel"

"Oh ya kenal kan ini anak dan keponakan bibi,yang ini delix dan itu keponakan bibi Darren" ucap bibi Amel.

Amora tersenyum paksa,saat ini dia menyesal memilih keluar kamar jika dia tau tamu nya mereka,lebih baik dia pura-pura tidur saja..

🐾🐾🐾🐾

Amora duduk dengan perasaan tidak tenang,dia memilih memakai topi Hoodie nya biar tidak bisa melihat 2 pemuda di samping nya, saat ini dia merutuki kebodohan nya yang memilih mengikuti keinginan sang mama agar membawa kedua pemuda itu ketaman belakang,dan sekarang dia menyesali keputusan nya itu...

"Aku tidak menyangka kalau kau adalah anak bibi Hanin yang di ceritakan mama.!!!" Ucap delix menatap Mora dari atas ke bawah.

Aku juga tidak menyangka jika bibi Amel memiliki anak menyebalkan seperti mu... Kata-kata itu dia telan sendiri.

"Cantik?? Imut?? Menggemaskan.?? Heh" lanjut nya dengan tatapan mengejek.
"Penilaian mama sangat buruk"

"Hey hentikan.!!" Tegur Darren.

"Benar... Lebih baik kau hentikan ocehan mu sebelum aku menyumpal mulut mu dengan sendal ku ini" ucap Amora kasar.

"Kau berani dengan ku??" Ujar delix tidak terima.

"Kenapa aku harus takut dengan mu??" Tantang Amora.

"Kau lupa aku ini kakak kelas mu,tanda nya kau harus menghormati ku!"

"Iya kau memang kakak kelas ku,tapi itu di sekolah sekarang kau di rumah ku itu arti nya kau hanya tamu, yang bisa saja aku tendang dari sini" ungkap Amora dengan mata menantang.

"Kau.!!"

"Apa???"

"Berhenti.!!" Nada dingin Darren menghentikan perdebatan mereka,sekarang mereka hanya saling melotot.

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang