Jordy keluar kelas dengan riang hari ini dia ingin mengajak Mora jalan-jalan ketempat yang Mora sukai,membayangkan nya saja sudah membuat nya senang gimana nanti nya jika melihat Mora tersenyum,ia tidak sabar melihat senyum manis gadis itu hingga tanpa sadar ia tersenyum tipis...
"Aaaa.. sekarang kau sudah mulai tidak waras ya?? Apa seharus nya kau kerumah sakit?" Saran Anton bergidik ngeri melihat Jordy.
"Kau sudah bosan hidup ya?" Ujar Jordy kesal.
"Kau itu menakut kan tahu, dari keluar kelas terus tersenyum tidak jelas aku yang melihat saja takut,wajah mu itu seperti merencanakan sesuatu yang mengerikan!!" Balas Anton.
"Wajah ku tak seseram itu" hardik Jordy...
"Itu kan menurut mu namun beda dengan ku yang melihat nya!!"
"Lantas?? Apa kau melihat hal beda di wajah ku?" Tanya Jordy memasang wajah tampan nya.
"Aish,wajah mu terlihat menyebalkan sekarang" ungkap Anton tanpa dosa.
"Sialan" gumam Jordy melanjutkan langkah nya.
"Bukan nya itu Amora dan teman kelas kita?" Ujar Anton tiba-tiba.
Jordy menatap kearah yang di mana ada Mora bersama seorang pemuda yaitu Darren,Jordy kesal dan geram melihat Darren menggenggam tangan Mora ia berjalan cepat hingga suara pasangan itu menghentikan nya.
"Aku akan melakukannya demi kau Mora!!! Aku tidak akan berbuat kesalahan lagi"
"Jangan mengatakan hal yang bisa membuat orang salah paham Darren,diantara kita tidak ada hubungan seperti itu... Aku,kau di kehidupan lalu atau pun kehidupan sekarang hanya orang asing"
Tubuh Jordy terdiam kaku,ucapan Mora seperti dirinya mengulang waktu kemasa lalu,ia menatap wajah dingin Amora yang tidak pernah dia lihat selama kenal,wajah yang sering dia lihat adalah wajah teduh dengan senyum manis sama seperti di masa lalu,namun apa alasan Mora menunjukan wajah dingin nya ke pada Darren...
"Mora juga kembali dari masa depan??" Batin Jordy...
"Amora aku mohon beri aku kesempatan!"
Suara Darren menarik kesadaran Jordy dari lamunan, Darren menggenggam tangan Mora yang hendak pergi melihat itu Jordy kembali kesal lagi.
"Lepaskan Darren..."
"Mora.. Beri aku 1 kesempatan aku janji" ucap Darren berwajah suram.
Greb
Kedua nya menoleh kala sebuah tangan menggenggam tangan Darren erat.
"Apa kau tidak dengar?? Dia menyuruh mu untuk melepaskan nya!" Ucap Jordy beraura gelap.
"Ini bukan urusan mu!" Kecam Darren tak kalah dingin nya.
"Jika menyangkut Amora itu menjadi urusan ku" Jordy menghempas genggaman Darren dari tangan amora.
"Apa ada yang sakit?" Lanjut Jordy meneliti tangan Mora.
"Tidak ada" senyum lembut dari gadis itu membuat Jordy lega.
"Ayo kita pulang!" Ajak Jordy
"Em"
Kedua nya sama sekali tak menghiraukan Darren berwajah suram,ia berdiri diam sembari menatap tangan yang sempat meraih pergelangan tangan halus Mora.
"Dimasa sekarang pun aku tidak punya kesempatan untuk menggenggam tangan mu!!"
🐾🐾🐾🐾🐾
Praakk
Pemuda yang baru saja masuk harus mendapati diri nya berdarah di bagian dahi,akibat sebuah vas bunga menghantam diri nya yang baru saja tiba.
Ia menatap pada orang yang melempar vas bunga,dia muak jika sudah seperti ini bisa dipastikan dia akan mendapat siksaan lagi,apa lagi jika anak benalu itu habis menangis seperti sekarang ia melihat sang ayah berdiri tegak dengan mata marah,disamping nya juga berada sepasang ibu dan anak berpelukan seraya menangis...
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
