chap 01🌷

14.1K 896 21
                                        

Mata yang semula menutup kini mulai mengerjap pelan,menyesuaikan cahaya yang masuk kenetra hitam kelam nya ia menatap langit-langit kamar dengan mata kosong,masih tersisa di mata itu kesedihan serta penyesalan yang mendalam.

"Seperti nya aku memang benar-benar sudah mati, apa aku sudah di surga.?? Tidak mungkin... dosa ku begitu menumpuk.!! Tapi mana mungkin neraka seperti ini.?? Hhaahh akhir nya aku bebas dari jeratan hidup yang memuakkan.!!" Ujar nya menutup mata dan kembali terbuka ia menyusuri ruangan itu tanpa bangkit dari tiduran nya.

"Tunggu kenapa aku merasa tidak asing dengan ruangan ini.??" Ia bangkit dan kembali menatap setiap jengkal ruangan.

"Benar ini kamarku.!! Apa surga bisa memberikan ku kamar sama persis dengan kamar masa aku hidup.??" Sarkas nya,dia meraih sebuah benda pipi yang sedari tadi tergeletak di kasur nya.

"Apa-apaan ini... Kenapa.?? Kenapa sekarang tgl 7 Juli 20xx... Ini tidak mungkin kan.??" Gadis itu berlari menuju meja rias nya di sana wajah nya terlihat muda dan masih cubby.

"Ini... Ini wajah ku saat umur 15 tahun... Tidak mungkin aku kembali ke 10 tahun lalu.?? Ini mustahil,bagaimana bisa.?" Racau nya frustasi dia sudah membayang kan hidup tenang di alam akherat tapi kenapa dia harus kembali di umur 15 tahun...

"Tgl 7 Juli 20xx... Hari ini hari aku masuk sekolah menengah dan awal pertemuan ku dengan 2 bajingan itu.!!" Desis nya penuh dendam. "Tidak... Aku tidak mau jatuh ke lubang yang sama lagi,mulai sekarang aku ingin merubah nasib ku sendiri tanpa mereka dan membahagia kan kakak mey dan orang tua ku." Lanjut nya.

"Iya... Okey Amora hindari darren dan delix okey kamu pasti bisa.!!" Tekad nya dengan mata tajam.

"Lalu apa yang harus aku lakukan jika ketemu mereka.?? Apa aku harus menghindar atau bersikap santai.?? Bagaimana ini.??" Racaunya menarik rambut hitam nya.

"Apa yang kau lakukan.?? Apa otak mu tertinggal di mimpi.??" Suara seorang gadis mengaget kan nya,ia langsung menoleh dimana seorang gadis dewasa lengkap dengan baju kantornya menatap datar.

"Kak mey!!" Teriak nya yang langsung menghambur kepelukan gadis itu.

Meysya Puspita Anggara anak sulung Anggara dewangga,kakak perempuan Amora queenisa Anggara di kehidupan pertama Amora,meysya meninggal karna di bunuh oleh Delix karna meysya ingin mencelakai Felixia yang sudah menyakiti Amora...

Meysya di mutilasi dan potongan tubuh nya di berikan pada harimau milik Darren,tanpa terasa air mata Amora mengalir saat mengingat kematian meysya...

"Kakak maafkan Amora" bisik nya,membuat kakak nya bingung atas perubahan adiknya.

"Apa yang kau katakan.?? Apa kau salah makan hari ini.?? Dimana kau letakkan otak mu.??"

"Kakak.... Iiissshhh" kesal Amora melepas pelukan mereka.

"Mandi lah.. hari ini kau masuk sekolah yang pertama ,tidak boleh terlambat" ujar nya lalu keluar kamar "cepat aku akan mengantar mu" lanjut nya

Kini Amora sudah rapi dengan seragam sekolah baru nya,dia memoles liftins strawberry ke bibir agar tidak kering,ia menyemprot parfum wangi strawberry ke tubuh nya sebagai polesan terakhir.

Hari ini awal dia masuk sekolah lagi,awal penderitaan nya dimana hari ini dia kenal dengan Darren dan jatuh cinta,mengejar pemuda itu mati-matian hingga berhasil menjadi pacar,entah karna cowok itu bosan dikejar atau karna kasian dia tidak peduli,yang penting menjadi pacar seorang Darren kakak kelas nya.

Jika diingat Amora benar-benar jijik dengan diri nya saat itu,saking cinta nya dia malah menutup mata dan telinga nya dengan cacian para sahabat cowok itu serta hinaan murid yang iri pada nya.

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang