"Darren... Aku menyukaimu, apa kamu mau jadi kekasih ku??"
Rambut panjang hitam dengan warna mata senada,pipi gembul berwarna merah muda menambah manis di wajah teduh nya,membuat siapa pun akan merasa terharu atau bahkan menyukai reaksi malu-malu dari seorang gadis.
Namun tidak dengan pemuda di hadapan gadis itu,ia menatap datar wajah cantik itu dengan mata tajam nya, bisik-bisik di sekitaran mereka terdengar jelas di telinga pemuda itu,sedangkan gadis itu semakin memasang wajah malu nya sembari menyodor kan sebuah bunga mawar,seperti dia adalah lelaki yang melamar seorang gadis.
Padahal kedua nya berada di posisi yang terbalik,dimana seorang gadis memberi bunga kepada pemuda itu...
"Aku tidak suka mawar" ucap nya dingin dan berlalu dari sana.
Gadis yang mendengar itu terdiam bukan nya merasa tertolak tapi malah memikir kan bunga apa yang di sukainya.
"Kalau begitu katakan bunga apa yang kamu sukai?" Tanya nya mengejar pemuda itu,namun tak ada sahutan sama sekali...
"Hey Amora,,, apa kau tidak lelah mengejar Darren seperti itu??" Tanya murid lelaki menatap mengejek.
"Kenapa aku harus lelah?? Aku menyukainya dan ingin menjadikan dia kekasih ku, memang nya salah??" Ucap gadis bernama Amora ketus.
"Tidak salah, cuma cara mu yang murahan jika dia tidak menerima bunga mu,itu arti nya dia tidak menyukai mu" sahut yang lain tertawa mengejek.
"DIAM!!! Kau tidak punya hak untuk berbicara seperti itu Dan aku.." ucap nya kesal dengan menunjuk dada sendiri.
"Akan terus mengejarnya sampai menerima perasaan ku,jika berhasil kalian akan ku beri pelajaran" sambung nya menggebu-gebu.
"Huh tidak tau diri" hina mereka lalu pergi.
Amora mendengus kesal ia sudah menyukai Darren 2 tahun mana mungkin dia menyerah,cuma karna di tolak 40 kali?? Dia tidak akan menyerah...
Esok nya.
"Darren aku menyukai mu"
"Aku tidak suka bunga Lily"
Esok nya lagi.
"Darren mau jadi kekasih ku?"
"Aku tidak suka bunga matahari"
Esoknya lagi.
"Darren apa sekarang sudah mau?"
"Akut tidak menyukai bunga violet"
Esok lagi.
"Sekarang?"
"Tidak suka coklat"
Lagi.
"Mau jadi kekasih ku?"
"Tidak mau"
"Kenapa? Aku menyukai mu loh"
"Aku tidak suka padamu" jawab darren cepat.
"Kita jalani saja,cepat atau lambat nanti akan suka" keukeuh Amora.
Darren menatap gadis itu semakin dingin dan jijik. "kau itu tidak tahu malu ya"
"Bukan... Aku seperti ini karna aku menyukai mu,tidak ada salah nya aku mengejarmu karna aku cinta" bantah Mora menyengir
"Tapi aku membenci mu" tekan Darren.
"Kau tidak membenci ku tapi kamu belum menyukai ku saja,,, sekarang ayo menjadi pasangan agar kau bisa menyukai ku!!" Ucap Mora tersenyum manis.
________
Mata yang tadi terpejam sekarang memperlihatkan mata coklat tua dan tajam,dari sela mata nya mengalir air bening yang hangat,itu adalah potongan kecil ingatan di masa lalu dimana gadis berwajah teduh mengejar cinta nya,setiap ingatan itu hadir tanpa terasa ia menangis entah apa sebab nya,apa karna dia terlambat menyadari perasaan gadis itu atau kah dia merasa bersalah karna sudah membuang nya??
Ia bangkit dari tidur sembari menyekah air mata nya,sekarang jam menunjuk kan pukul 9 malam ia harus pulang,sudah cukup lama dia di apartemen nya hari ini hanya untuk mengingat masa lalu yang terbilang suram...
Untuk hari ini dia sangat lelah ia ingin berada di samping gadis yang ia cintai,namun belum bisa ia wujudkan di tambah orang-orang disekitar gadis itu sangat tidak menyukai kehadiran dia.
Apa lagi dia sangat terusik dengan gadis yang akhir-akhir ini sangat gencar mendekati nya,mata yang tadi sendu kini menajam bak pisau yang terhubung...
"Tidak akan aku ampuni" geram nya.
Ia pun beranjak dari sana menyusuri lorong apartemen yang sunyi layak nya hati yang lama tak tersentuh..
Ia mendongak kelangit sambil menghela nafas,perasaan bersalah yang sering berada di relung dada nya seakan menyesakkan,tanpa tahu apa yang harus ia lakukan jika rasa ini terus saja membelenggu jiwanya.
"Amora?" Gumam nya pelan melihat seorang gadis berjalan di trotoar dengan kepala menunduk.
"Sedang apa dia di sini?" Ia cukup heran melihat gadis itu berkeliaran di sekitar apartemen nya,seingat nya rumah gadis itu cukup jauh dari tempat ia berjalan.
Disisi lain Amora menunduk sambil memikirkan masalah dua bersaudara tadi,ia berusaha keras mengingat tentang Zion di masa lalu karna biar bagaimana pun ia merasa Zion berperan penting di kehidupan dia dulu,entahlah ia tidak tau kedua nya tidak pernah ia jumpai...
"Mora!!!"
Mora yang merasa nama nya di panggil melihat siapa yang mengenal nya di daerah sini,saat menoleh tubuh nya terpaku di tempat ia belum siap bertemu dia,namun banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan jadi apa yang harus ia lakukan??
"Sedang apa kau di sini?? Apa kau tersesat?" Tanya orang itu menatap nya cemas.
Yang benar saja dia menanyakan hal bodoh seperti itu?? Pikir Mora.
"Apa aku terlihat seperti orang tersesat?" Jawab nya tidak senang.
"Ah i-itu... Maksudku,, aku tidak pernah melihat mu disini jadi cukup mengejutkan mendapati mu berjalan di daerah sini" ucap nya menggaruk leher yang tidak gatal.
Mora menghela nafas panjang "aku dari rumah sakit"
"Apa?? Kenapa?? Apa sakit mu tadi kembali kambuh??" Tanya nya beruntun.
"Aku tidak apa-apa, hanya mengunjungi seseorang" pungkas Mora menjauh kan tangan pemuda itu dari lengan nya.
"Ah maaf" ujar pemuda itu menarik tangan nya.
Keheningan hadir di antara mereka rasa canggung tak dapat di sembunyikan lagi.
"Darren"
"I-iya?"
"Bisa kau jelaskan ucapan mu di uks tadi siang??"
"S-soal apa??" Tanya Darren bingung pasalnya dia tidak ingat,jika bersama Mora entah kenapa dia sangat gugup.
"Tentang menebus kesalahan"
🐣🐣🐣🐣🐣
"Kakak menyukai Amora??"
Zion menoleh melihat zean menatap dia seakan ingin menelan nya,ia tampak bingung dengan ekspresi zean yang tak biasa nya...
"Omong kosong" jawab nya kembali memakan buah kupasan mora.
"Mata mu menunjukkan pancaran berbeda saat dia di sini, kakak menatap nya seperti seorang pria mengagumi Seorang gadis" ucap zean dengan nada biasa saja namun beda dengan perasaan nya.
"Yaaah siapa yang tidak menginginkan seorang Amora,dia baik dan cantik apa lagi senyum hangat gadis itu begitu manis,,, di sekolah juga banyak yang menyukai nya jadi tidak salahnya jika kau juga begitu" lanjut zean.
"Lebih tepat nya aku mengangumi, meski kehidupan nya lebih tinggi dari yang lain tapi dia sangat rendah hati,itu poin terpenting bagi dirinya" timpal Zion tersenyum tipis.
"Besar kemungkinan kakak akan menyukainya kan?" Tanya zean lagi.
"entahlah"
______
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
