Amora keluar dari mobil dengan tergesa-gesa menuju gedung kosong dengan di ikuti Jordy dibelakang,ia masuk ke gedung hingga sebuah tangan menarik nya untuk sembunyi.
"Zean,,, apa yang kau lakukan??" Tanya Amora terkejut,Jordy yang sedari di belakang Mora hampir saja menghajar pemuda itu.
"Astaga,,, kamu terluka!?" Sekali lagi nada khawatir keluar dari bibir gadis itu.
Nafas zean tersengal karna habis berlari dari orang-orang Felixia,dahi nya juga mengeluarkan darah segar akibat di pukul oleh mereka.
"Aku tidak apa-apa!" Ringis zean menahan sakit.
"Tapi Zion masih di sana!!" Sambungnya.
Zean bisa kabur itu karna ia memberontak ia juga sempat melawan mereka hingga mendapatkan luka.
"Bagaimana dengan keadaan Zion??" Tanya Mora cemas.
"Aku tidak tau, tapi felixia gadis gila,,, aku takut dia menyakiti kakakku" ada nada sesal di setiap ucapan zean,ia tidak bisa pergi membawa Zion.
"Apa!!"
Mora ingat dimasa lalu yang membuat nya tersiksa itu ulah Felixia,tubuh nya yg penuh sayatan juga luka bakar itu semua di berikan oleh Felixia,meski ia sudah kembali ke masa lalu tidak menutup kemungkinan Felixia tak melakukan hal yg sama walau itu Zion bukan Amora.
Mora langsung berlari ke tangga guna mencari Zion,takut pemuda itu terluka terutama mental nya yang rusak,ia tidak ingin rasa putus asa nya dulu di alami oleh zion...
"Amora!!" Panggil kedua pemuda itu ikut menyusul.
Amora sampai di lantai 3 dengan napas tersengal,gadis itu menetralkan dada nya yang sesak di tangan menumpuk di lutut.
Mata hitam jernih mengedar mencari sosok pemuda,namun tidak ada orang itu hanya menyisakan beberapa tubuh berjas hitam tergeletak,entah sudah meninggal atau hanya pingsan, tidak jauh juga dari sana seorang gadis terbatuk-batuk dengan perut dan leher yang sudah tertusuk.
"Ugh,,, uhuk,,, uhuk" gadis itu berusaha bangkit namun tidak bisa,wajah nya sudah memucat akibat darah yang terus keluar.
"Felixia?" Gumam Amora melihat tubuh yang mengenaskan Felixia.
Amora berjalan mendekat ada kilatan marah di mata indah nya,melihat tubuh itu ia menjadi teringat saat dirinya di ambang kematian,sebuah belati tertanam sempurna di jantung,rasa dingin menembus cepat menghancurkan semua harapan,serta keinginan untuk hidup.
Sedangkan sosok yang ingin ia raih hanya menatap nya remeh penuh kepuasan.
"Bagaimana???" Tanya Mora setelah berhenti di belakang Felixia.
Felixia berhenti bergerak ia menoleh terkejut mendapati Amora berdiri tegak dengan mata menatap meremehkan.
"Rasa di ambang kematian??" Sambung Amora.
Felixia menatap nyalang Amora,ia tidak menyangka jika gadis itu bisa berada di sana.
"Kau? Apa yang kau lakukan disini?" Alih-alih menjawab Feli balik bertanya.
"Menyaksikan mu,, yang akan bertemu malaikat maut!!" Jawab Amora dingin.
"Kau bajingan!" Geram Felixia terbatuk darah.
Mora berjongkok di depan nya dengan senyum miring.
"Sayang sekali kau baru merasakan luka ini,,, kenapa tidak dari dulu,,, di kehidupan lalu!!" Sesal Amora berwajah suram,saat ia di siksa ingin sekali Felixia merasakan nya juga tapi niat nya tidak pernah terwujud,dirinya sudah lebih dulu di habisi, saat Feli di siksa Jordy ia juga tidak tau....
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
