Gadis yang sedari tadi tertidur kini mulai membuka mata,ia menatap jendela yang sudah menampakkan langit gelap,beberapa menit kemudian ia bangkit dari tidur nya tanpa menghiraukan rambut yang berantakan,ia memungut baju yang berserakan di lantai dan memakai nya rasa pegal bahkan sakit di sekujur tubuh nya tidak ia pikirkan,setelah ia memakai baju ia pun keluar tak memperdulikan orang yang masih di tempat tidur.
Gadis itu berjalan tertatih menuju sebuah kamar di lantai satu,di lantai bawah sangat sepi namun sama sekali tak ia pikirkan yang pasti ia ingin mengunjungi seseorang di salah satu kamar disana.
Ceklek
Mata nya membelalak menatap orang di ruangan itu, dimana orang yang selama ini hanya terbaring kini sudah sadar malah sekarang orang itu menatap nya rindu...
Tanpa terasa tetes air mata jatuh kepipi cubby nya,ia sedih sekaligus bahagia melihat nya.
"A-amora!" Panggil orang itu tersenyum.
"Zi-zion k-kau sudah siuman,,, ini kamu kan??" Ucap gadis itu menghambur kepelukan zion,ia menangis keras di pelukan pemuda itu...
"Terima kasih hiks terima kasih kamu sudah bertahan!!" Ucap Amora terus menangis,zean yang sedari tadi berada di sana juga ikut menangis,ia juga terkejut melihat kakak nya sadar bahkan nama pertama di sebut adalah Amora...
Braaakkk
Pintu di dobrak seseorang yang dimana sosok Darren,terlihat pemuda itu tersengal mengatur nafas nya ia menatap kaget pada Zion yang juga menatap nya bingung,sedangkan Amora tak terusik dengan kedatangan Darren.
"Sejak kapan kau sadar?" Tanya Darren mendekat.
"Sudah lumayan lama" bukan Zion yang menjawab tapi zean.
"Syukurlah" ucap Darren lega ia melirik Mora yang masih memeluk Zion dengan Isak tangis.
"Dari pada itu,,, kenapa dengan seragam mu??" Tanya zean penasaran pasalnya seragam Darren sangat berantakan,kancing baju yang asalan juga rambut berantakan...
"Ah i-ini aku terlalu buru-buru hingga tak memperhatikan penampilan ku" jawab pemuda itu sedikit kelagapan.
Tidak lama pintu kembali terbuka memperlihatkan sosok pemuda lainnya,dengan penampilan tak jauh beda dengan Darren berantakan dan rambut yang kusut.
"Jordy!?" Gumam Mora kaget melihat sosok itu.
💞💞💞💞
Para remaja di sana berwajah tegang setelah mendengar penjelasan dari masing-masing mereka,terutama cerita Amora yang mengisahkan masalah keluarganya,sepanjang bercerita gadis itu tak hentinya menangis,tak hayal Darren atau pun Zion menenangkan nya mereka bisa mengerti apa yang di rasakan Amora,tapi belum ada jalan keluarnya....
"Kamu tenang saja, aku akan menjadi saksi atas kekejaman orang tua ku!" Ucap Zion menghapus air mata Amora.
"Kita tidak bisa melawan jika tidak ada bukti!" Sahut Jordy tegang,ia sudah meminta maaf kepada Amora soal ayah nya menjadi saksi tapi gadis itu tidak menjawab,ia tidak tau apa dia sudah di maafkan atau tidak...
"Aku memiliki nya" timpal zean tegas.
Mereka menatap zean bingung "dari mana kau mendapatkan nya?" Tanya Darren.
"Semenjak kami di rumah sakit aku dan zean terus mencari kesalahan orang itu,dan kami memiliki video setiap kali kami di siksa" ujar Zion sendu ia mengelus pipi Amora lembut,ia merasa bersalah terhadap gadis ini karna mereka,keluarganya menjadi berantakan.
"Maafkan kami Amora" sarkasnya penuh sesal.
Amora tersenyum lembut ia menggenggam tangan Zion lembut, "kami tidak apa-apa Zion, malah aku bahagia melihat mu sehat kembali"
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
