Sebuah mobil berhenti di depan gerbang perumahan Anggara,Jordy melirik Mora yg masih termenung kejadian hari ini membuat gadis itu hilang arah,Jordy tidak bisa membayangkan jika Amora benar-benar terjun dari gedung itu,cuma untuk mengejar zion apakah perasaan Amora hanya sebatas penyelamat atau kah lebih dari itu??
Pemuda itu mencengkram kemudi dengan erat,masih ia ingat sebelum Zion melompat pemuda itu sempat mengatakan jika ia mencintai amora.
Dimasa lalu tidak ada persaingan di antara mereka,karna Zion meninggal lebih dulu,ternyata perbuatan Amora sekarang malah semakin membuat nya banyak saingan..
"Kau tidak perlu memikirkan masalah tadi,semua sudah berlalu Zion juga selamat" ucap Jordy menatap Mora yg terdiam.
Pemuda itu meraih jari lentik Amora,dari dulu dia tidak suka melihat gadis bermata hitam itu bersedih.
"Kau pasti masih terkejut??? Tidak apa-apa semua akan baik-baik saja" lanjut Jordy mengecup tangan Amora.
Mendengar perkataan Jordy yg berusaha menghibur nya ada sedikit kelegaan,mata kedua nya terkunci satu sama lain tidak lama senyum lembut terbit di bibir Amora.
"Aku tidak tau apa yg akan terjadi jika tidak ada kamu,,, baik sekarang atau di masa lalu, mungkin di masa lalu aku tidak mengingat mu tapi mendengar cerita mu aku rasa kau memang benar-benar mengenal ku"
Sekali lagi Jordy mengecup tangan lentik Mora,ia melirik Amora yg masih tersenyum,dimasa lalu wajah ini yg membuat nya hampir gila,wajah cantik yg menenangkan,senyuman manis Amora seakan menuntun nya untuk mati.
"Dimasa lalu atau dimasa sekarang kau adalah segala nya,sesuatu hal yg ingin aku lindungi,,, dimasa lalu aku hanya bisa melihat mu tapi sekarang aku mendapatkan mu,,, Amora kau segala nya,hidup ku,jiwaku dan milikku" bisik Jordy penuh dengan obsesi,ia mengecup setiap inci tangan Amora hingga ke leher...
Apa pun yg ada di Amora ia ingin memilikinya.
"Kau tidak boleh memikirkan pria lain disaat bersama ku" bisiknya kembali tepat di depan bibir Amora.
Gadis itu hanya diam tak bisa menjawab apa pun,rasa geli di tangan membuat nya merinding dan pipi yg merona.
" Aku tidak memikirkan siapa pun" gumam Amora membuang muka kesamping.
"Lantas kenapa dari tadi kau hanya diam?"
Amora menghela nafas panjang,dia memang memikirkan sesuatu tapi bukan bearti memikirkan pria lain,ia syok melihat tindakan Zion tapi tidak ada alasan untuk dia pikirkan.
"Ternyata masa depan benar-benar berubah!" Gumam Amora menatap keluar jendela.
Dahi Jordy mengernyit "maksudmu?"
"Apa yg terjadi di masa lalu sangat berbeda dengan sekarang, Aku hanya melakukan perubahan kecil dengan menjauh dari Darren dan Delix,tapi aku tidak menyangka akan berubah sejauh ini,,, dimasa lalu aku mencintai Darren sampai hampir gila menyerah kan semua nya tanpa berpikir jika itu akan sia-sia,,, melakukan apapun untuk menyenangkan nya,bahkan disaat nyawa ku meninggalkan tubuh, rasa cinta ku tetap ada untuk nya" ungkap Amora tersenyum miris,ia benar-benar merasa iba pada diri nya.
"Sekarang aku tidak menginginkan Darren atau pun Delix,aku berusaha menjauh dari mereka tapi malah mereka yg mendekati ku,aku sangat takut jika kejadian lalu akan terulang,tapi pada akhirnya aku tetap berada di lubang yg sama hanya saja bukan aku yg menginginkan mereka, aku pikir itu sudah cukup untuk menghindari takdir yg di tentukan namun aku tidak berpikir kalau orang lain yg akan menanggungnya,,,, ada saat nya aku ingin menyerah dan pasrah dengan takdir itu" Amora menoleh menatap Jordy yg hanya diam menyimak.
"Akan tetapi aku tidak sendirian lagi" lanjutnya tersenyum manis...
"Aku memiliki kamu,,, Jo aku mencintaimu!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
kembali ke masa lalu.
Romance"bila mencintaimu adalah sebuah ilusi,maka izinkan aku berimajinasi selama nya" ZEAN PALEVI "Aku sudah bertemu banyak orang baru,tapi tidak satupun yang mengambil hati ku secepat dirimu" ZION PALEVI. "Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu,tetapi k...
