chap 32🐱

2.9K 285 3
                                        

Amora berjalan dengan suasana hati kacau apa lagi mendengar kata pantai,entah kenapa ketika mendengar tempat wisata itu reaksi tubuh nya begitu ketakutan,bahkan bayang-bayang mengerikan terlintas di pikiran nya sedetik pun ia tidak melupakan kejadian terakhir di masa lalu nya...

Bruuk

Tubuh mungil nya mundur beberapa langkah saat menabrak tubuh kekar di persimpangan,saking syok nya Amora menopang tubuh dengan cara berpegang pada tembok,orang yang dia tabrak melihat Mora bingung apa lagi wajah gadis itu sedikit pucat...

"Mora, kau baik-baik saja??" Tanya pemuda itu cemas.

"Iya..." Jawab Mora dengan nafas memburu...

"Kau yakin??" Tanya nya lagi...

Mora mengangguk meyakinkan agar orang itu tidak terlalu mencemaskan nya...

"Aku tidak apa-apa zean"

"Baguslah"

Zean berdiri tegak di hadapan mora,gestur tubuh pemuda itu tampak gelisah berulang kali dia mengusap tengkuk leher nya,sebagai penghilang rasa gusar nya...

Mora terus saja mengusap dada menghilang kan degup jantung yang sejak tadi berdetak kencang.

"Ini."

Amora menatap bingung kesuatu benda di depan nya,ia melihat zean dengan mata minta penjelasan...

"Untuk mu" ucap zean berwajah merah malu.

"Tapi hari ini aku tidak berulang tahun" ujar Mora semakin bingung.

"Aku tahu"

"Lalu??"

"Hari ini adalah ulang tahun ku,jadi aku memberi mu hadiah untuk meraya kan nya" jelas zean berwajah suram.

Melihat wajah zean Mora jadi mengerti jika tidak ada yang mau meraya kan ulang tahun nya,Mora tidak mengingat dimasa lalu apa dia pernah bertemu zean seingat nya mereka tidak pernah bertemu,meski dulu dia mengejar Darren dan delix namun tidak pernah dia melihat Zion atau pun zean, apa dia tidak terlalu memperhatikan saja??

"Terima kasih" ucap Mora meraih sebuah gantungan berboneka kucing.

"Sama-sama" jawab zean tersenyum

"Selamat ulang tahun zean, maaf aku tidak tahu jika saja kau mengatakan kemarin maka aku akan memberi mu hadiah" sarkas Amora.

"Eemm... Bagaimana jika malam ini kau membawa ku makan malam saja?" Tawar zean tersenyum.

Mora terkesima sebentar namun kemudian dia tertawa kecil. "Aku pikir kau memberi ku ini tanpa ada imbalan,ternyata kau cukup pandai ya!"

"Hehehe... Tidak apa-apa kan aku meminta hal itu??" Tanya zean tidak enak hati,Mora menerima hadiah nya saja itu sudah bagus tapi sekarang malah minta lebih,, dia merasa lelaki tidak tau malu...

"Baiklah,,, aku akan mentraktir mu nanti malam" ucap Mora tersenyum manis.

Pemuda itu menatap terkejut mendengar jawaban sang gadis.

"Benar kah??" Tanya nya

"Iya"

"Yeaah" seruh zean melompat namun sedetik kemudian berubah sok cool...

"Ekhem ekhem...  Aku akan menunggu mu" ucapnya lagi.

Mora hanya mengangguk sebagai jawaban "jangan lupa ajak Zion juga"

"Hah? Kenapa harus mengajak nya??"

"Hari ini adalah ulang tahun kalian mana boleh hanya kau yang merayakan nya" ujar mora... "Sudahlah... Aku akan kekelas duluan" pamit Mora tak menghirau kan wajah lesu zean...

kembali ke masa lalu.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang