*
Suasana hati Taehyung akhir akhir ini sangat terlihat baik. Tidak terasa, sudah satu Minggu lebih dia tinggal di apartemen tersebut bersama pria lain. Dia bahkan tidak lagi peduli dengan atensi atas sosok Jungkook di rumah tersebut. Dia cenderung tidak peduli bahkan dengan terang-terangan tidak menganggap keberadaan Jungkook di sekitarnya. Bertindak layaknya kasat mata.
Sejak awal dia tinggal disana, kebiasaan tidur hingga tinggi hari milik Taehyung sudah agak berubah. Dia jadi rajin bangun pagi meskipun baru di awal awal seperti ini. Pergi ke kamar mandi, membersihkan diri lalu keluar kamar menuju dapur, mencari sesuatu yang bisa dia makan.
Satu hal yang harus kita ketahui disini, bahwasanya Taehyung benar-benar membuktikan bahwa dia tidak bisa memasak dan JungKook juga tidak ada waktu untuk melakukannya, karena pada nyatanya, pria bersurai hitam itu akan berangkat di pagi buta lalu kembali ketika hari sudah hampir larut malam dan tentunya pria itu pasti telah pergi makan diluar sana. Jadi Taehyung tidak perlu memusingkan diri, dia cukup mengurus dirinya sendiri.
Seperti yang di katakan Yeji terakhir kali kepada mereka, bahwasanya dia akan mengirimkan seorang pekerja untuk mengurus mereka, wanita yang di panggil Bibi Jo itu rupanya adalah salah satu pekerja setia milik Yeji dan kini dia mulai mengabdikan hidupnya untuk melayani tuan muda Kim Taehyung.
Wanita berumur itu sangat rajin dan teliti, dia begitu tekun dalam setiap melakukan pekerjaannya. Tidak ada kata tidak puas di setiap kalimat yang Taehyung lontarkan untuknya. Begitupun dengan JungKook, meskipun pria itu hanya diam saja, mereka tahu JungKook pasti juga memiliki pendapat yang sama.
Seperti pagi ini, di meja makan sudah tersuguhkan hidangan sarapan yang sehat untuknya. Taehyung tersenyum puas. Bibi Jo juga tak lupa menyerahkan secangkir teh hangat untuknya. Tak berselang lama barulah muncul sosok JungKook yang sepertinya sedang santai, tidak terburu-buru seperti biasanya yang mana di jam seperti ini, pria itu tidak akan terlihat lagi. Dengan artian, JungKook sudah lebih dulu berangkat kerja termasuk sarapan dulu.
Kemunculan JungKook membuat Bibi Jo semakin bergerak cepat, dia dengan lihai mulai meracik kopi kesukaan si pria Jeon. Meskipun mereka tidak dekat seperti dirinya dengan Taehyung, tapi beberapa telah melayani adik tiri Soohyun ketika berada di rumah Kim membuat wanita itu sedikit berkesan untuknya.
" Kopinya tuan-
JungKook mengangguk, masih sibuk mengancingkan manset kemejanya dan meraih koran terbaru di sisinya. Di zaman ini, meski elektronik sudah sangat berkembang pesat seperti di dunia modern Taehyung sebelumnya, kadar jumlah koran belumlah sepenuhnya mundur.
" Kau terlihat rapi pagi ini, mau kemana?"
Taehyung meliriknya sekilas dan mencibir, mungkin ini adalah interaksi pertama setelah sekian lama mereka tak lagi bertegur sapa. Mungkin kalau tidak salah, itu adalah hari dimana Yeji datang mengunjungi mereka di awal awal tinggal disini.
" Kepo! "
Mulut Jungkook berkedut, merasa sedikit tersinggung dengan respon tidak sopan yang pemuda itu balaskan padanya. Tapi mendengar perkataan Taehyung selanjutnya, membuatnya harus bungkam lebih lama lagi.
" Ingat perjanjian kedua, Tidak ada yang boleh mencampuri urusan satu sama lain! Ingat? "
Tidak mendapat balasan lagi, senyum di wajah Taehyung terbit lebih lebar lagi karena dia merasa telah memenangkan pertempuran di pagi hari ini. Dia sibuk mengambil daging irisan tipis yang dilumuri kecap dan baru saja siap di bakar dalam oven oleh Bibi Jo ke dalam mangkuknya, lalu membawanya ke mulut. Merasakan tekstur yang kenyal namun lembut, kaya akan bumbu membuat matanya menyipit bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
Hayran KurguJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
