*
" Sudah bangun? "
Kim Taehyung tidak tahu sudah berapa lama dia tidak sadarkan diri, dan bahkan kenapa dia bisa berakhir di tempat ini pun dia juga tidak mengetahuinya. Yang dia tahu hanyalah ketika kedua kelopak matanya terbuka, hal pertama yang dia lihat adalah ruang terbuka di mana di sekitarnya hanyalah lautan tak terbatas, dan dirinya sendiri saat ini tengah berbaring di sofa usang cukup panjang yang mampu menampung dirinya meskipun dia harus sedikit tertekuk olehnya.
Udara angin laut segera menyapa indra penciumannya, Kim Taehyung bangun dalam keadaan masih sangat linglung, rasa pusing masih mendera kepalanya dan kini dia mungkin juga sedikit mual, pasalnya selama kehamilan dia tidak pernah merasakan langsung bagaimana di hadapkan dengan kondisi lautan tak terbatas dan di terpa anginnya yang juga cukup kencang.
Masih dalam keadaan linglung, Taehyung mencoba mencari sumber suara yang barusan berbicara itu. Tapi tidak ada seorang pun disana selain dirinya, Taehyung perlahan bangkit, sedikit kesulitan karena perutnya yang besar, dan juga kakinya yang mendadak kram karena terlalu lama tertekuk tadi ketika dia tak sadarkan diri, sedikit mengurut kakinya, Taehyung merasa kesal karena tangannya bahkan sangat sulit untuk menggapai punggung kakinya, karena biasanya yang membantunya ketika mengalami kram kaki ialah JungKook, tapi kini pria itu bahkan tidak berada di dekatnya.
" Sakit? "
Suara itu kembali terdengar, Taehyung sedikit terkejut, kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling nya tapi tetap tak menemukan siapapun disana, lalu siapa yang barusan berbicara? Apakah dia baru saja berhalusinasi? Taehyung menggelengkan kepalanya, tapi dia seketika menyadari sesuatu, di depan sofa usang yang dia duduki saat ini terdapat sebuah kursi kayu, dan disana juga terdapat sebuah kamera mini yang kebetulan mengarah padanya. Karena penasaran, Taehyung dengan langkah tertatih tatih mendekat lalu mengambil kamera tersebut, dan benar saja, kamera tersebut sedang menyala dan sejak tadi membidik dirinya. Taehyung merasa geram, mencengkeram kamera tersebut dan menatap ke sekeliling nya.
" PARK JIWON!! KELUAR KAU!! AKU TAHU ITU KAU! JANGAN JADI PENGECUT, BRENGSEK!!! "
Taehyung menopang tubuhnya pada kursi kayu tersebut, kapal yang dia tumpangi mati mesin yang jelas di sengaja atau di rencana, dan saat ini terasa sedikit terguncang oleh gelombang ombak. Belum ada tanda tanda sosok yang dia serukan muncul, Taehyung sangat marah, apakah mereka begitu pengecut?
Sepuluh menit kemudian pintu kayu di belakang berderit, Taehyung menoleh dan melihat sosok JiWon yang tengah mendorong kursi roda berisi sosok Jimin yang masih tak sadarkan diri. Dapat Taehyung lihat kulit Jimin jauh lebih buruk dari sebelumnya, detak jantungnya semakin berpacu, Taehyung seperti kembali ke dunianya sebelumnya dimana dia menyaksikan sahabat nya pergi meninggalkan nya. Taehyung menatap Jimin dan JiWon bergantian, lantas mengetatkan rahangnya.
" PARK JIWON! APA KAU GILA!!? "
Park JiWon- yang di teriaki sedemikian rupa tidak terkejut sama sekali, sebaliknya dia justru tersenyum, mengunci kursi roda Jimin di tempat agar tak bergerak kemana-mana, setelah itu JiWon maju, mendudukkan dirinya di sofa dimana Taehyung duduki sebelum nya, lantas memberi gesture kepada Taehyung untuk ikut duduk bergabung dengannya.
" Jangan marah terlalu awal, duduklah dulu, ada banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu. "
" Kau pikir aku akan menuruti omong kosong mu!!? "
JiWon mengangkat bahunya, menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. " Tidak mau, tidak apa, tapi jangan salahkan aku bila terjadi sesuatu padanya. " ujarnya seraya melirik ke arah Jimin, Taehyung juga mengikuti arah pandangan, seketika dia sangat marah, ingin menerjang wanita itu tapi sebelumnya, JiWon lebih dulu mengeluarkan remote control kecil dari balik saku celananya dan menggoyangkannya di depan wajah Taehyung. Taehyung pun membeku di tempat, dia tidak lagi bodoh, kemungkinan besar remote control kecil itu adalah pemicu bom atau mungkin alat yang akan di gunakan JiWon untuk mengendalikan kursi roda tersebut agar bergerak ke arah yang berbahaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
Hayran KurguJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
