TAEHYUNG

12.6K 789 15
                                        









*
Sepuluh menit yang lalu, sesosok pemuda yang berbaring di atas ranjang besar berselimut biru muda itu baru saja membuka kedua kelopak matanya, memperlihatkan sepasang pupil berwarna coklat madu bersamaan dengan bulu mata lentik mengibas indah layaknya sepasang sayap kupu-kupu.

Pemuda itu tidak melakukan apapun selain berdiam diri seperti itu tanpa bergerak sedikitpun kecuali mata yang berkedip dan area dada yang bergerak naik turun menandakan bahwa saluran pernafasan nya cukup normal. Setidaknya untuk saat ini.

Perlahan tapi pasti, dia mulai sadar dan mencoba menggerakkan, memutar arah pandangannya dari langit-langit ruangan tersebut yang di yakini nya adalah sebuah kamar dengan gaya arsitektur sangat berkelas. Semuanya tersusun sangat rapi meski hampir semua barang perabotan yang ada di dominasi oleh biru langit, hampir menyatu dengan cat dinding berwarna serupa. Dan dia- Kim Taehyung, hampir saja meroling bola matanya dramatis, berpikir bahwa si pemilik ruangan mungkin adalah maniak warna langit itu.

Pemuda itu bernama Kim Taehyung. Tampan dan menawan, tidak peduli dengan kondisinya saat ini yang terlihat sangat pucat seperti sesosok mayat baru saja di bangkitkan dari kematian, wajah itu tidak bisa mengubah apapun. Indah dan enak di pandang.

Tapi, bukan itu yang kini tengah di pikirkan olehnya, sebaliknya dia tengah memikirkan hal lain misalnya, seperti kenapa dan bagaimana caranya dia bisa bangun di tempat asing seperti ini? Bukankah terakhir kali dia pergi ke arena balap motor lalu mengalami kecelakaan?

Ah!

Taehyung tanpa sadar menarik kedua tangannya yang sejak awal bersembunyi di dalam selimut, meraba wajahnya dan menemukan gumpalan perban yang melingkar di kepalanya. Sedikit sakit, tapi tidak sesakit yang di harapkan.

Taehyung termenung. Dia bisa ingat dengan jelas bagaimana proses sebelum hingga akhir dari kejadian naas yang menimpanya tersebut. Arena balapan mereka telah disabotase termasuk motor balapnya yang entah sejak kapan juga mengalami masalah. Malam itu, ban depannya tiba tiba menabrak sesuatu yang mana membuat kondisinya tidak stabil, menghantam pembatas jalan dan di tabrak sekali lagi oleh motor rivalnya dari belakang. Tubuhnya hancur di tengah jalan yang lengang.

Taehyung tersenyum miris. Dia berpikir bahwa dia akan mati setelah ini, pergi menyusul sang sahabat yang lebih dulu tiada karena kesalahannya juga, membuat Taehyung bersyukur setidaknya dia bisa pergi menyusulnya ke alam baka. Tapi, setelah apa yang terjadi, kenapa dia malah terbangun di tempat yang asing, dan bukannya di alam penuh api atau apa, minimalnya di rumah sakit ketika dia harus sekarat.....

Taehyung mencoba untuk berpikir keras, memecahkan masalah di dalam ingatan nya, tapi semakin dia melakukannya, maka semakin sakit yang di rasakan di kepalanya itu, terutama di area dimana kepala di perban. Ngilu.

Bertepatan dengan itu, suara gaduh tiba-tiba terdengar semakin dekat dengan posisinya, dan benar saja, sepuluh detik kemudian, pintu kayu bercat putih polos terbuka dari luar. Beberapa orang masuk dengan langkah tergesa gesa.

Tidak tahu apa yang terjadi, seorang pria paruh baya dengan setelan putih khas seorang dokter, lengkap dengan stetoskop menggantung di lehernya maju. Langkah pertama yang dia lakukan adalah mengecek detak jantung Taehyung lali meraih pergelangan tangannya dan terakhir dia menatap wajah Taehyung dengan tenang.

" Apakah kamu merasakan sesuatu? Pusing, mual atau keluhan lainnya? "

Alih alih menjawab pertanyaan dokter tersebut, Taehyung malah menatapnya dan orang orang yang berada di belakang pria tersebut dengan tanda tanya besar.

" Ini dimana, dan siapa kalian? "

" Apa yang terjadi!? " Wajah pucat Taehyung sedikit berkerut apalagi ketika mendapat respon berlebihan dari wanita cantik berpakaian blus katun di tubuhnya yang tak kalah indah, memperlihatkan bahwa dia pastilah seorang nyonya besar.... Wanita itu menutup mulutnya dengan ekspresi sulit di percaya, matanya melotot ke arah Taehyung dan tangannya tak melepaskan cengkraman nya pada tangan pria di sampingnya yang juga memiliki ekspresi wajah hampir serupa. Sedangkan lainnya hanya diam diam saling melempar pandang tak sabaran.

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang