*
" Selamat pagi, Taehyung... "
" MingYu- Kenapa kau bisa disini, kapan kau kemari? "
" Aku..... Baru tiba semalam. " MingYu dengan sengaja tidak mengatakan bahwa dirinya berangkat kemari bersama Jeon JungKook. Sepasang matanya yang tajam terus membidik kenarah leher jenjang Taehyung yang memang terpapar begitu saja. Ada beberapa bercak merah keunguan disana, dan siapapun tahu itu apa. Senyum di wajahnya sendiri bahkan sedikit membeku sejak pertama kali dia melihatnya. Seketika suara semangat yang dia bangun dari semalam tiba di sini, menguar ke udara.
" Apa yang kalian lakukan di depan pintu?" Suara Jungkook terdengar cukup berat, dia muncul dari belakang tubuh Taehyung. Rambutnya yang masih sedikit basah dia sisir acak, mengenakan kaos longgar seperti yang di kenakan oleh Taehyung saat ini. Sekilas pandang, mereka berdua kini tampak tengah mengenakan pakaian couple. Tidak hanya itu saja, tapi JungKook yang sepertinya sengaja ini pun dengan sombong melingkari pinggul Taehyung dan meletakkan dagunya di pundak kecil tersebut.
" Oh, MingYu- apa yang membuatmu begitu susah payah berjalan ke pintu kami di pagi hari ini? "
JungKook dan MingYu saling berpandangan, dan melihat raut wajah Jungkook yang tampak begitu sombong jelas tengah mengobarkan bendera perang dengannya. JungKook hanya ingin memamerkan karyanya kepada dunia!?
" Bibi Yeji menyuruhku untuk menjemput kalian. Sarapan. " MingYu tidak berbohong, Yeji sebelumnya memang meminta MingYu untuk menjemput kedua insan itu mengingat semalam Jungkook tidak makan lagi begitupun dengan Taehyung yang naik lebih awal dan bahkan tidak meminta apapun seperti biasanya.
" Terimakasih untuk perhatiannya. Sekarang kembalilah, kami juga akan turun. "
"............"
Dengan terpaksa MingYu harus berjalan di belakang mereka. Menyaksikan betapa pengertiannya Jungkook kepada Taehyung membuatnya sedikit muak. Jeon JungKook sendiri tampak tengah menikmati momen di pagi harinya ini, semalam dia telah mendapatkan energi lebih dari Taehyung, jadi sekarang dia sangat mood untuk meladeni keresahan hati MingYu. JungKook memapah Taehyung menuruni tangga secara perlahan, dia sebenarnya sangat ingin mengangkat tubuh itu, tapi sayangnya Taehyung tidak mengizinkannya. Di bawah, Yeji yang sedang duduk di sofa ruang santai tengah membaca majalah fashion terbaru miliknya. Namun ketika melihat Taehyung yang sudah turun bersama Jungkook dan juga MingYu, Yeji lantas meninggalkan majalahnya tadi di meja lalu bangkit, beralih mendekati Taehyung.
" Sayang..... Ada apa- Oh, apakah putra Ibu lapar? Masakan pagi tadi masih ada, Ibu akan menyuruh pelayan untuk-
" Ibu, tidak perlu, lagipula sarapan ku pagi ini, bisakah aku sedikit merepotkan Paman? "
Merasa tersebut namanya, JungKook lantas maju untuk sedikit berdiri di depan Taehyung, menatapnya dengan bahagia.
" Apa, apa? Istriku ingin aku melakukan apa? "
Taehyung sebenarnya ingin sekali muntah bahkan memukul wajah JungKook dengan sekuat tenaga karena beraninya dia menyebut dirinya dengan panggilan menggelikan itu. Tapi karena dia saat ini memang sedang ingin Jungkook melakukan sesuatu, tampaknya dia harus menahannya sedikit lebih lama.
" Paman, aku ingin ayam goreng dengan saus terpisah, lalu kentang goreng juga jus jeruk, bisakah? "
" Apapun untukmu. Tapi, sebelum meminum jus jeruk, kamu minum susunya dulu, oke? "
" Oke. " Taehyung tak mempermasalahkannya, dia di tuntun oleh JungKook ke area meja dapur dan membiarkan nya menonton Jungkook yang akan sibuk memulai sesi memasaknya. Sebenarnya bukan tanpa alasan Taehyung meminta hal tersebut, selain rasa inginnya, dia juga ingat bahwa Jungkook pernah memasakkan nya untuknya sebelumnya. Meskipun waktu itu hanya semangkuk sup ayam, tapi cita rasanya tak kalah enak dengan masakan ibunya. Jadi Taehyung ingin kembali Jungkook melakukan hal yang sama tapi dengan menu yang berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
