Karena pergi dalam keadaan linglung, Jimin sampai tidak menyadari bahwa dia sepertinya telah lupa untuk mengenakan masker. Dia bahkan berjalan lurus dengan kepala tertunduk hingga akhirnya dia keluar dari gang sempit tersebut. Tujuannya adalah pergi ke sudut jalan di depan sana dimana dia memarkirkan mobilnya tadi, tapi sayangnya sebelum dia bisa mencapai nya, dari balik gang lainnya sosok lain muncul dan menarik lengannya hingga Jimin harus berbalik menatap siapa yang baru saja mencegatnya.
Tapi sayang, di detik berikutnya Jimin seperti baru saja di tampar oleh kenyataan.
" B-Bibi...."
"Park Jimin, apa kabar? "
*
Dan disinilah pada akhirnya kedua sosok itu berada. Duduk santai meskipun salah satunya merasa sangat tertekan walaupun sosok di depannya bahkan sama sekali tak melakukan apapun cenderung sangat acuh.
" Kenapa tidak diminum, apakah itu tidak sesuai selera mu? Bibi akan menggantinya- "
"Tidak perlu! B-Bibi.... Ini baik-baik saja. "
" Kalau begitu, minumlah. Tenang saja, Bibi sama sekali tidak menaruh racun jenis apapun di dalamnya. "
Park Jimin memucat dengan ekspresi wajah yang sangat canggung di hadapan wanita yang sedari tadi di sebut Bibi olehnya itu, yang tak lain adalah Seo Yeji- Ibu dari temannya- Kim Taehyung dan merupakan istri dari Kim Soohyun.....
Dengan tangan gemetar, Jimin lantas mengambil mug keramik berkualitas tinggi itu, menyesap kopi Moschino dingin, sangat cocok untuk suhu yang cukup tinggi di siang hari kota tersebut. Saat ini, mereka berdua duduk berdua dalam sebuah ruangan dimana lokasinya sangat jauh berada di puncak. Bisa di sebut ini adalah sebuah gedung hotel ternama, meskipun berada cukup jauh dari pusat kota, namun setelah di lihat lebih jeli oleh Jimin sepintas lalu, dapat di pastikan bahwa orang orang yang menginap disana tampaknya bukanlah sembarang orang. Mungkin saja, orang orang itu berada disini hanya untuk kepentingan bisnis saja atau memang memiliki tujuan tertentu.
Merasa tidak terjadi apapun pada tubuhnya, Jimin sangat ingin rasanya menghela nafas lega, tapi setelah ingat bahwa siapa sosok wanita di depannya saat ini, nafas lega itu hanya sampai dia lepas pada tenggorokan. Tercekik disana sampai-sampai untuk sekedar bernafas pun Jimin merasa sangat sulit.
Dengan kedua tangannya yang dia sembunyikan di bawah meja, saling meremat di atas pangkuan nya, Jimin dengan hati-hati melirik ke arah Yeji yang masih sibuk bermain dengan layar tablet miliknya. Tak acuh bahkan sedari awal dia duduk di ruangan itupun, Yeji sama sekali tidak melepaskan pandangan nya dari layar tersebut, bahkan ketika barusan dia berbicara untuk Jimin.
Jimin menggigit bibir bawahnya, dia sangat gugup, ada banyak hal yang melintas di pikiran nya saat ini. Salah satunya apakah setelah ini dia akan tamat, karena di cap sebagai musuh di balik selimut?
" Bibi, a-aku minta maaf...... "
" Hem? "
" Apapun yang terjadi, aku akan tetap membantu Kakak ku, karena dia adalah satu-satunya keluarga yang ku miliki saat ini. "
Tepat ketika kalimat itu berakhir, jemari lentik yang sangat rajin melakukan perawatan itu terhenti dari aktivitas nya pada layar tablet miliknya itu. YeJi tidak langsung mengangkat kepalanya, namun salah satu sudut bibirnya naik membentuk senyuman yang jelas jauh dari kata ramah. Jimin seketika ingin menangis. Dia hanyalah seorang anak penyakitan yang lahir dari kesalahan Ayahnya. Dia tumbuh di bawah obat obatan dan tak pernah di intimidasi sedemikian rupa oleh orang luar selain amukan JiWon yang sudah sangat biasa baginya. Dia jelas sangat berbeda jauh dengan sosok wanita di depannya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
