*
Bugh
Bugh
Kim Soohyun dan Jeon JungKook saling membalas pukulan demi pukulan. Ruangan yang awalnya terlihat rapi kini sudah hampir tak di kenali, banyak kertas kertas yang berhamburan di lantai dan barang rapuh yang pecah disana.
Bugh
Pukulan kuat terakhir Soohyun layangkan tepat mengenai sisi kiri wajah JungKook, tubuhnya yang limbung membuat peluang Soohyun semakin besar untuk membalasnya kembali, menendang punggungnya hingga Jungkook benar benar harus terjerembab ke lantai dengan sangat tidak manusiawi.
Soohyun berdiri tegap, membenarkan jas hitam formal nya yang sedikit kusut dalam sekali sentak-
Cuih!
Meludahkan jejak darah di sudut bibirnya yang sempat mengecap di indra perasa nya, Kim Soohyun menatap Jungkook seperti menatap sampah. Satu pukulan meninggalkan jejak disana, sedikit membiru dan tiga pukulan lainnya di tubuhku, Soohyun dengan tenang memelintir kepalanya sendiri hingga berbunyi gemeretak yang cukup jelas. Berbeda dengan Soohyun, Jeon JungKook jelas lebih banyak mendapatkan pukulan serta tendangan dari Kakak tirinya tersebut. Dia dengan susah payah berdiri, tulang rusuknya baru saja mendapat tendangan dan itu membuatnya sedikit sesak nafas ketika harus menumpukan bebannya saat ini untuk berdiri.
Kim MingYu di waktu yang bersamaan kembali masuk, kali ini dia membawa dua security di belakangnya dan segera menahan pergelangan JungKook di kedua sisi.
Soohyun dengan tenang mengambil pistol nya yang dengan sengaja dia letakkan di atas meja kerjanya tadi, mengusapnya lembut, masih dalam menatap JungKook yang terlihat kuyu di depannya tanpa belas kasih.
" Cukup untuk hari ini, kau harus bersyukur karena aku tidak langsung membunuh mu. "
Kim Soohyun perlahan mendekat, di bantu oleh dua security di kedua sisi tubuhnya, Jeon JungKook menatap wajah Soohyun dengan keras kepala dan Soohyun pun dengan santai mengangkat kepala Jungkook dengan ujung moncong pistolnya yang dia tekan di bawah dagu tersebut. Tak lupa pula dengan tepukan cukup kuat di pundak kanan nya.
" Segila gilanya diriku, setidaknya aku masih cukup waras untuk tidak membunuh adik tiriku sekaligus menantu bodoh ku ini. Sekarang, pulang lah dan obati lukamu. Jangan pikirkan putraku, dia akan tetap bahagia tanpa mu, percayalah. "
" Aku tidak akan-"
" Sssttt!!! Adikku yang baik, dengarkan Kakak mu sekaligus mertua mu ini. Selagi aku waras, pergilah. "
Kim Soohyun menegakkan tubuhnya, hanya dengan satu lirikan mata, kedua security yang menahan Jungkook itu pun segera bergerak, menyeret Jungkook untuk keluar dari ruangan tersebut, tidak peduli dengan JungKook yang terus mencoba melepaskan diri. Tubuh Jeon JungKook terus di seret hingga lobi perusahaan tersebut, banyak orang orang yang melihatnya, untuk pertama kalinya dia merasa sangat di permalukan di muka publik saat ini, dan itu oleh Kim Soohyun itu sendiri.
Di depan, Jeon JungKook di masukkan ke dalam mobil, dan di bagian kemudi, sesosok pria yang di tugaskan oleh Kim Soohyun telah bersiap untuk pergi mengantar tuan muda Jeon tersebut ke apartemennya. Jeon Jungkook tidak melawan ataupun mengeluarkan suara, dia seperti dengan patuh duduk diam- tidak, lebih tepatnya dia berbaring tak enak di bagian kursi penumpang belakang. Tidak lama, dan mereka segera sampai di basemen gedung apartemen tersebut. Tubuh JungKook kembali di bopong, membawanya naik menggunakan lift, dan setibanya di pintu, pria itu juga dengan mudah membukanya seperti dialah pemilik asli apartemen tersebut.
" Tuan! Tuan Jeon! " Bibi pekerja yang sudah tua itu dengan tergopoh-gopoh menghampiri Jungkook yang di baringkan di sofa santai ruang tengah. Sedangkan untuk pria misterius tadi tanpa kata kata berlalu begitu saja tapi tidak lupa untuk menyeret dua koper besar di ruangan tersebut, di susul oleh sosok lainnya yang juga melakukan hal sama seperti rekannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
