*
Setelah memastikan bahwa Taehyung telah makan dengan baik dan bahkan juga meminum vitamin nya (paksa), barulah Jungkook merasa sedikit bebas. Pergi keluar meninggalkan nya di kamar sendirian.
Status mereka saat ini tidak lagi sama. Tidak hanya seorang Paman dan keponakan, tapi bahkan sudah merangkap sebagai pasangan suami. Dan JungKook jujur, dia belum bisa menerimanya, atau mungkin belum....
Seokjin beberapa kali mencoba memberikan nasehat padanya mengenai pentingnya menjaga kesehatan Taehyung saat ini. Dan bahkan memperingatkan nya untuk tidak terlalu acuh dengan anak itu.
Meskipun mereka berteman, tapi JungKook sadar akan posisi Seokjin, menjadi seorang dokter memang di tuntut untuk bisa bersikap profesional, tidak peduli siapa dia bagimu, pasien tetaplah pasien, tak terkecuali untuk kasus antara dirinya, JungKook dan juga Taehyung.
Setelah puas memberikan petuah, dokter muda itu pun pamit untuk pergi menemui rekan kerjanya yang katanya juga berada di pesta tersebut atas undangan Soohyun. Kini tinggallah Jungkook seorang diri, berdiri di teras samping hotelnya, memandang kosong pada kolam ikan di depannya yang terlihat indah, tapi tidak dengan pikirannya yang bahkan entah terbang kemana.
Mengusap muka nya dengan sebelah tangan, dan lainnya bertumpu pada pinggang, JungKook mengerucutkan bibirnya tidak senang pada dirinya sendiri. Tidak habis pikir dengan apa yang telah terjadi akhir akhir ini padanya.
Benar kata Taehyung.
Bukankah dia membencinya, lalu kenapa sekarang dia yang memaksa pernikahan?
Jangan masukkan soal anak yang bahkan belum terbentuk sempurna itu, karena JungKook bahkan tidak pernah sekalipun terbesit akan membesarkan seorang anak dalam hidupnya. Andaikan mereka kelak berpisah, JungKook tidak yakin bisa mengurus anak itu dengan baik, lalu apa gunanya pernikahan ini?
Bertanggungjawab?
Cih!
Bahkan diluar sana sangat banyak kasus serupa dengan hal ini. Tidak perlu menikah pun mereka tetap bisa saling bertanggungjawab. JungKook hanya cukup mengirimkan uang setiap bulan kepada Taehyung, kan?
Lalu, apa?
Bahkan sampai bodohnya dia, JungKook lupa untuk kebaikan hati kekasih nya!
Apa kabar JiWon sekarang?
Dia pasti telah melihat berita pernikahannya dengan Taehyung hari ini. Lalu, alasan yang dia ucapkan pagi tadi bahwasanya dia pergi untuk perjalanan bisnis, semuanya hanyalah kebohongan, terbongkar sudah.
JiWon pasti sangat kecewa padanya.
Mengeluarkan ponsel dari saku celananya, JungKook telah memantapkan hati untuk menghubungi JiWon. Apapun yang terjadi, JungKook sudah siap untuk itu. Dia tahu JiWon, wanita itu pasti akan memaafkannya, cukup dengan membujuk nya sedikit.
Sambungan pertama masuk, tapi sampai dering terakhir tidak terbalaskan. Kening JungKook berkerut, menekan pipinya dengan lidah. Gesture tubuhnya bahwa dia mulai gugup.
Sekali lagi, dering kembali masuk. Hampir putus asa, tapi di detik-detik terakhir, sambungnya terbalaskan!
JiWon mengangkat nya!
JungKook mulai mengatur nafas dan berpikir cepat untuk merangkai kata.
" JiWon.... "
"......................."
Tidak ada suara, tapi dari latar belakangnya terdengar sayup sayup suara gesekan angin di udara. Apakah JiWon sedang berada di luar?
" Sayang.... Apakah kau sedang berada diluar? Sibuk kah? "
KAMU SEDANG MEMBACA
O̶S̶I̶P̶
FanfictionJudul : O̶H̶ S̶H̶I̶T̶! I̶M̶ P̶R̶E̶G̶N̶A̶N̶T̶!? Author : DiazOktaFiqi Genre : BL| Transmigration | Romance TIPE : Speed Bahasa : Indonesia - English Deskripsi : Kim Taehyung, seorang berandalan ternama di tempatnya tinggal...
