PARK

3K 386 44
                                        

Diqi:
Lagi-lagi menghilang! Hehe, maaf ya, Diqi kemarin lusa ada kecelakaan kecil, niat mau lburan ke Solok eh tiba-tiba ini motor di tubruk sama mobil di Sitinjau Lauik, jadinya ya gitu, batal liburan, auto balik lagi ke Padang buat di rawat, padahal baru aja ini badan sehat, malah suruh istirahat lagi. Ga ada yang luka serius sih, selain beberapa luka lebam di lutut sama siku.... Tapi ya gitu, Affray nya aja yang terlalu over thinking.....

Sekarang Diqi udah update lagi!!
Mau tahu kapan endingnya?
Udah di perhitungkan baik-baik, dan itu berada di kisaran update ke 90-an ke atas lah, tapi ga nyampe seratus juga.

Jadi, para readers masih aman, kan? Dan puncak konflik menuju ending juga udah dekat, mari bersiap diri kembali agar tetap baik-baik saja apapun yang terjadi di akhir keputusan, oke?













*

Setelah perbincangan dadakan nya dengan YeJi, Jimin putuskan untuk segera pulang ke rumahnya. Dia butuh ruang untuk menghibur dirinya sendiri dan juga menenangkan diri agar tak terlalu over thinking terhadap banyak hal.

Tidak membutuhkan seorang supir pribadi, semenjak dimana Ayahnya tiada, ada beberapa pekerja yang sudah Jimin berhentikan guna meminimalisir keuangan yang dia pegang saat ini. Memarkirkan mobilnya ke dalam garasi, mematikan mesin lalu keluar, menatap sekitarnya dan berhenti pada sebuah mobil asing yang justru juga ikut terparkir di dalam garasinya tersebut. Jimin untuk sesaat terdiam, mencoba memikirkan siapa kiranya yang menjadi pemilik mobil tersebut. Jika di lihat sepintas, mobil itu bahkan tak kalah berkelas dengan orang orang kaya diluar sana. Tidak ingin berpikir lebih, Jimin dengan cepat melangkah memasuki rumahnya. Rumahnya yang perlahan mulai sepi karena hanya tersisa beberapa orang pekerja yang masih Jimin pertahankan guna membantunya membersihkan rumah dan juga menemaninya selama berada di rumah tersebut.

Memasuki pintu rumah, Jimin langsung di hadapkan pada ruangan yang terlihat sama halnya dengan kondisi diluar, sepi. Melangkah semakin jauh ke dalam, barulah Jimin bisa melihat siapa sosok yang menjadi tamu tak di undang nya itu kalo ini.

" Paman? "

" Park Jimin ~ "

Sosok yang di panggil Paman olehnya itu lantas sama sekali tak beranjak dari posisinya, dia dengan santai duduk di sofa mahal tersebut, menghisap rokok dan menerbangkan gumpalan asap layaknya seorang perokok profesional pada umumnya. Sosok itu hanya menatap Jimin seperti tanpa minat namun tetap memberikan gesture kepada Jimin untuk lebih mendekatinya dengan gerakan satu jari telunjuknya itu.

Jimin sedikit mengerutkan keningnya, selain tidak menyukai asap rokok, dia juga merasa kurang nyaman untuk berada dalam jarak radius yang sangat dekat dengan sosok di depannya tersebut. Walau begitu dia tetap menahan ego nya, lantas melangkah mendekati kemudian berdiri tepat tiga meter dari sosok tersebut. Masih dalam posisi berdiri, Jimin seperti tidak berniat untuk duduk melayani obrolan lebih dengan orang di depannya itu.

" Tidak ingin duduk? "

"............ Paman- apakah sesuatu terjadi? Tidak biasanya Paman mau berkunjung ke rumah kami- "

Saat mengatakan kalimat ini, Jimin merasa tenggorokan nya sangat tercekik. Bukan tanpa alasan Jimin berani mengatakan hal tersebut di depan sosok pria di depannya ini, pasalnya seingat Jimin, sosok Paman di depannya ini bahkan nyaris tak pernah mau lagi menginjak teras rumah mereka semenjak setahun setelah JiWon di kabarkan menjalin hubungan dengan JungKook yang merupakan adik dari Kim Soohyun itu sendiri. Entah ada permasalahan apa di antara mereka Jimin bahkan masih tidak mengetahuinya hingga saat ini.

" Apakah Paman tidak lagi di perbolehkan untuk ke rumah ini? "

" Bukan! Bukan begitu- "

" Heh, apa yang kau pikirkan? Paman mu ini adalah orang yang sangat baik hati, mana mungkin aku akan membiarkan keponakan ku tercinta ini terlantar begitu saja? Paman kemari hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja. "

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang