JJKTH ²

3.9K 478 52
                                        













*

Malam itu udaranya sudah mulai menurun, tapi bagi Taehyung dia masih sangat kepanasan. Kepalanya panas dan seluruh tubuhnya panas! Mereka berdua masih di tempat yang sama, JungKook sepertinya sama sekali tidak berniat untuk melepaskannya tapi Taehyung benar-benar sudah tidak tahan lagi, dengan mengandalkan insting, Taehyung dengan sekuat tenaga mengumpulkan kekuatan di kedua tangannya dan mendorong dada Jungkook hingga pelukan mereka berdua terlepas, bahkan Jungkook juga harus mundur dua langkah olehnya. Melihat kesempatan, Taehyung tak buang buang waktu untuk segera memberi jarak di antara mereka, menuding Jungkook bersama wajahnya yang merah menyala, matanya terbuka lebar selagi mengatur pernafasan.

" Taehyung- "

" Jangan mendekat!! "

Jeon Jungkook berhenti di tempat, dia menatap Taehyung yang menatapnya dengan pancaran mata ketakutan membuatnya tanpa sadar merasa sangat sakit. Kenapa penyesalan selalu datang terlambat?

JungKook kebingungan, dia sangat kebingungan, tidak tahu harus kemana melangkah. Di satu sisi dia masih memiliki JiWon tapi disisi lain, dia juga menginginkan Taehyung untuknya sendiri.

" Tae- "

" Ku bilang jangan mendekat!! "

Selangkah Jungkook maju, dua langkah Taehyung dengan cepat mundur. Baginya, melihat sosok JungKook di depannya, dia merasa melihat pemandangan neraka di depan mata. Dia sudah pernah merasakan mati sekali, dan dia tidak ingin merasakannya lagi untuk kedua kali, apalagi dengan lebih tragis seperti yang di tuliskan pada isi buku tersebut.

Taehyung terus mundur, dia sesekali akan melihat situasi di belakangnya lalu dengan cepat menatap Jungkook, memastikan jarak di antara mereka masih dalam jarak aman.

JungKook juga tidak tinggal diam, dia tidak akan melepaskan nya dengan mudah, ini adalah kesempatan nya untuk bisa bertemu dengan Taehyung, mungkin saja di kemudian hari akan jauh lebih sulit. Tapi melihatnya yang hendak kembali kabur darinya, JungKook seketika mulai panik.

" Tae, Tae, tolong tunggu sebentar, jangan pergi dulu. "

Taehyung balas melotot padanya, dia ingin segera pergi dari sana, tapi cukup kesulitan mengingat motornya masih berada di depan minimarket tadi. Kunci motor sudah di genggamannya, sekarang dia hanya perlu kembali berlari ke depan minimarket lalu pulang.

Melihat Taehyung yang sedikit lengah, JungKook tak buang buang waktu untuk segera menerjangnya, kembali memerangkap tubuhnya dalam pelukannya. Taehyung terkejut bukan main, dia menjerit ketakutan tapi suaranya bahkan teredam oleh pelukan Jungkook yang cukup kuat di dadanya.

JungKook memeluknya cukup kuat, dia mengunci tangan Taehyung tapi melihat kontak yang amat di kenalnya lantas dia lah yang kini balas melotot kaget, atau lebih tepatnya marah.

" Kau mengendarai motor!? "

" Apa peduli mu brengsek! "

Tidak ingin mendengar sangkalan lebih lanjut, tubuh Taehyung tanpa di beri aba aba segera melayang di udara, JungKook dengan mudah mengangkatnya layaknya seorang putri dan membawanya ke arah dimana semula mereka berlari tadi, ada mobil hitam yang terparkir disana, membuka pintu dan memasukkan Taehyung ke dalamnya lalu menguncinya cepat.

" Apa yang kau lakukan!!? Buka pintunya! Buka pintunya!! "

Taehyung menggedor gedor pintu mobil tersebut, tapi JungKook yang seakan telah tuli sama sekali tidak menghiraukan nya, dia sebaliknya segera melajukan mobilnya ke jalan raya.

" Jangan membuat keributan atau kau tidak ingin kecelakaan terjadi. "

Kim Taehyung menatap Jungkook marah, dengan sekali ayunan, dia berhasil memukul pipi kanan Jungkook sebelum dia akhirnya berhenti memberontak.

O̶S̶I̶P̶Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang